Yukz Coba Rahasia Sukses Investasi Saham dari Lo Kheng Hong

Yukz Coba Rahasia Sukses Investasi Saham dari Lo Kheng Hong

Yukz Coba Rahasia Sukses Investasi Saham dari Lo Kheng Hong – Saham adalah sebuah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan. Kata saham sendiri diambil dari bahasa arab. Dalam literatur fiqih, saham diambil dari istilah musahamah yang berasal dari kata sahm bentuk jamaknya ashum atau suhmah yang artinya bagian, bagian kepemilikan.

Artinya pemilik saham adalah pemilik perusahaan. Lo Kheng Hong nama yang sudah tidak asing bagi investor pasar saham. Banyak yang mengibaratkan dia sebagai Warren Buffet-nya Indonesia. Dia dikenal sukses secara finansial hanya dengan fokus menjadi seorang investor di pasar saham. Kelihaian Lo Kheng Hong sebagai pemain di lantai bursa membuatnya menjadikan investasi saham menjadi penghasilan utamanya.

Dia bahkan rela berhenti bekerja untuk fokus menjadi investor. Saat ini instrumen investasi sangat beragam mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, hingga peer to peer (P2P) lending. Namun, Lo Kheng Hong hanya fokus pada Club388 Indonesia satu instrumen investasi saja yakni pasar saham.

1. Mulailah beli saham sesuai kemampuan finansialmu, jangan berutang
Jurus Sukses Investasi Saham ala Lo Kheng Hong, Yuk Coba Biar Cuan

Salah satu hal yang digarisbawahi oleh Lo Kheng Hong adalah kamu jangan sampai berutang atau meminjam uang demi untuk membeli investasi. Pastikan dana awal yang kamu setorkan sebagai modal investasimu sesuai kemampuan finansialmu saja.

Dia pun menyebut, sebenarnya modal investasi saham itu terbilang kecil. Hanya dengan kisaran Rp100 ribu saja, kita sudah bisa membeli satu dua lot saham. Oleh karena itu, lebih baik memulai dari yang kecil jika belum sanggup berinvestasi dalam nilai besar.

2. Lihat prospek bidang dan pilih perusahaan labanya bertumbuh
Jurus Sukses Investasi Saham ala Lo Kheng Hong, Yuk Coba Biar Cuan

Selanjutnya, dalam berinvestasi saham, kamu harus memperhatikan bagaimana prospek bidang usaha emiten tempat kamu berinvestasi. Ada beberapa bidang usaha yang memiliki prospek baik di antaranya perbankan, barang konsumsi, dan pertambangan batu bara.

Namun yang harus kamu ingat, tidak hanya prospek bidang yang penting tapi juga kinerja perusahaan harus kamu pastikan kinerjanya. Untuk itu, kamu perlu juga mempunyai kemampuan untuk membaca laporan keuangan.

Kamu harus rajin mengecek apakah perusahaan itu punya laba besar atau malah sebaliknya. Dan yang terpenting menurut Lo Kheng Hong, bukan cuma laba yang besar tapi laba perusahaan itu harus bertumbuh dari tahun ke tahun.

3. Pilih perusahaan yang dikelola oleh orang jujur

Kemudian Lo Kheng Hong juga menyarankan pahami dulu siapa yang mengelola perusahaan emiten yang sahamnya kamu beli. Apakah perusahaan dikelola oleh orang yang jujur, profesional, berintegritas atau sebaliknya.

Hal ini penting untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya saja pengelola yang tidak jujur, berpotensi menggelapkan uang investor. Atau bahkan mungkin saja praktik saham gorengan.

4. Membandingkan dengan perusahaan kompetitor

Nilai pasar suatu saham dan jumlah keuntungan yang diperoleh oleh seorang investor bisa dilihat dari price per book value (PBV) dan price earning ratio (PER). Keduanya dapat dijadikan sebagai alat ukur harga saham perusahaan, apakah saham tersebut overvalued atau undervalued.

Untuk investasi jangka panjang, pilihlah perusahaan yang undervalued. Tapi keputusan ini membutuhkan analisis lanjutan untuk memastikan bahwa harga tersebut akan naik di waktu yang akan datang.

5. Sabar, disiplin, fokus, dan jalani dengan happy

Kamu haru sabar, disiplin, dan fokus saat berinvestasi karena memperoleh keberhasilan dalam berinvestasi tidak semudah yang kamu pikirkan. Kamu perlu memupuk investasi kamu dengan berbagai strategi yang cermat seperti dibahas di atas.

Lalu, Lo Kheng Hong juga selalu menekankan bahwa dalam menjalani investasi, kamu mesti happy! Jangan membuat aktivitas berinvestasi ini membuatmu stres.

“Ada investor yang tidak bisa tidur memikirkan portofolionya. Jangan menyiksa diri sendiri. Kita investasi mau happy, bukan menambah masalah. Investor bijak dapat menghasilkan uang ketika ia tidur, bukan sebaliknya, tidak bisa tidur karena investasi,” ujar Lo Kheng Hong, dikutip dari laman akun Facebooknya.