PT Bank Jago Meresmikan UUS Guna Melayani Segmen Mass Market

PT Bank Jago Meresmikan UUS Guna Melayani Segmen Mass Market

PT Bank Jago Meresmikan UUS Guna Melayani Segmen Mass Market – Bank Jago adalah lembaga keuangan di bidang jasa keuangan. Bank ini berbasis di Jakarta dan berdiri sejak 1992. PT Bank Jago Tbk meresmikan unit usaha syariah (UUS) guna melayani segmen mass market berdasarkan prinsip syariah. Jago Syariah bakal menawarkan solusi keuangan digital dengan fokus pada kehidupan nasabah menggunakan teknologi terkini.

Pada tahun 2019, perusahaan diakuisisi oleh duo Jerry Ng dan Patrick Sugito Walujo  masing masing melalui Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan Wealth Track Technology Limited, dengan nilai akuisisi sejumlah Rp 243 Miliar dan mewakili 51% modal dasar dan disetor perusahaan. Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar menyampaikan, ide pendirian Jago Syariah tak terlepas dari situasi saat ini yang membuat masyarakat lebih terbiasa menggunakan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu tak terkecuali dalam mengakses produk dan layanan perbankan. Pandemik COVID-19 telah mengakselerasi penggunaan teknologi secara masif.

1. Jago Syariah mengisi celah aplikasi digital syariah
Bank Jago Resmi Luncurkan Unit Usaha Syariah

Namun, ada celah karena kebanyakan aplikasi keuangan digital merupakan produk bank konvensional dan hal itu yang kemudian coba diisi oleh Jago Syariah.

“Kami menyediakan pilihan bagi mereka yang punya preferensi dilayani melalui produk dan jasa layanan perbankan syariah,” kata Kharim, dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Kamis (23/9/2021).

2. Potensi bank syariah di Indonesia sangat besar
Sudah sah. Indonesia resmi miliki Bank Syariah terbesar. - Bagusanmana

Kharim menambahkan, alasan lain dibentuknya Jago Syariah lantaran potensi bank syariah yang masih sangat besar di Indonesia.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada semester-I 2021 menunjukkan, aset perbankan syariah beserta UUS melesat 15,87 persen dengan diikuti dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 16,55 persen menjadi Rp491,1 triiun.

“Digitalisasi akan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap nasabah sekaligus memperluas pangsa pasar. Kami meyakini kehadiran aplikasi bank syariah digital akan berdampak positif dalam mendorong kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional,” tutur Kharim.

3. Aplikasi bank digital syariah harus setara dengan bank konvensional
Bank Jago Resmi Luncurkan Unit Usaha Syariah

Di sisi lain, ada keinginan dari nasabah agar aplikasi keuangan digital syariah bisa setara dengan aplikasi bank konvensional, terutama dari sisi penerapan teknologi dan fitur transaksi.

Nasabah, kata Kharim, memiliki ekspektasi bahwa aplikasi digital syariah yang akan mereka gunakan mesti mumpuni dan mampu memberikan solusi atas permasalahan pengelolaan keuangan sehari-hari.

“Kami mendengarkan tuntutan ini karena kami juga meyakini bahwa setiap nasabah berhak atas produk dan layanan berkualitas tinggi,” ujar dia.

Kharim menambahkan, pihaknya meyakini bahwa kehadiran Jago Syariah dapat menjadi terobosan baru dalam mengakselerasi inklusi dan literasi keuangan di segmen syariah.

“Pengembangan aplikasi Jago Syariah sudah masuk tahap final. Kami tentu berupaya meluncurkan aplikasi ini secepatnya, karena kami meyakini aplikasi ini akan sangat bermanfaat bagi segmen nasabah syariah yang ingin menikmati solusi keuangan digital berprinsip customer centric,” tutur Kharim.