Inilah Tips Perencanaan Keuangan Demi Masa Depan yang Cerah

Inilah Tips Perencanaan Keuangan Demi Masa Depan yang Cerah

Inilah Tips Perencanaan Keuangan Demi Masa Depan yang Cerah – Perencana keuangan atau perencana keuangan perseorangan, adalah profesi yang membantu suatu perusahaan atau individu dalam merencanakan keuangannya untuk memenuhi tujuan keuangan jangka panjangnya. Dia juga membantu nasabahnya untuk memperkirakan hasil investasi dan proteksinya dalam pelbagai hal, seperti persiapan dana pensiun dan dana pendidikan.

Perencanaan keuangan dimulai ketika seseorang mulai memiliki penghasilan dan akan dilakukan secara terus menerus hingga akhir hayatnya. Pernahkah kamu mendapatkan tips tentang pengaturan keuangan? Jika jawabannya iya, tentu ada beberapa tips tersebut yang kamu aplikasikan dalam mengatur finansialmu. Berbagai tips tentang perencanaan keuangan memang kini banyak beredar dan mudah sekali kamu temui, baik di media sosial maupun platform lainnya.

Banyaknya tips perencanaan keuangan itu nyatanya tidak cocok untuk setiap orang. Ada beberapa yang memang relate atau dapat diaplikasikan, tetapi ada juga yang tidak sesuai. Tiap tips perencanaan keuangan memang berbeda satu sama lain. Semua tergantung dengan kondisi keuangan dan kebutuhan tiap individu. Oleh karena itu, berikut ini empat tips perencanaan keuangan yang tidak harus kamu lakukan.

1. Memiliki tabungan bersama dengan pasangan
Perencanaan Keuangan Seperti Ini, Sudah Anda Terapkan Belum?

Memiliki tabungan bersama dengan pasangan bukanlah sebuah praktik yang baru. Tindakan itu biasanya dilakukan oleh pasangan yang siap menikah dan tujuan dari tabungan bersama tersebut adalah untuk dana pernikahan.

Pada dasarnya, memiliki tabungan bersama dengan pasangan adalah suatu hal yang sah-sah saja. Namun, ada baiknya kamu juga tetap memiliki tabungan pribadi. Dengan demikian, tidak semua uang yang kamu punya dimaksukkan ke dalam tabungan pasangan.

Komunikasi dan kejujuran dengan pasangan menjadi satu hal penting agar tidak ada pihak yang merasa tabungan bersama justru menjadi beban.

2. Menggunakan kartu kredit
Bahaya Nomor Kartu Kredit Bocor ke Orang Lain

Penggunaan kartu kredit sebenarnya boleh-boleh saja. Namun, yang tidak boleh adalah menggunakan kartu kredit secara serampangan dan tanpa tedeng aling-aling.

Ada baiknya penggunaan kartu kredit adalah seperlunya saja. Mau bagaimanapun, kartu kredit memiliki manfaat yang di antaranya adalah diskon atau cashback ketika berbelanja. Ini tentunya bisa meringankan pengeluaran kamu bukan?

Dengan menggunakan kartu kredit, kamu juga bisa lebih mudah memantau pengeluaran melalui tagihan yang muncul tiap bulan. Berkaitan dengan tagihan, kamu perlu membayar tagihan kartu kredit tepat waktu agar terhindar dari denda yang bisa menyusahkanmu di kemudian hari.

3. Menyelesaikan kredit secepat mungkin
Restrukturisasi Kartu Kredit Akibat Corona, Untung atau Rugi? - FINOO

Utang biasanya membuat seseorang merasa tidak tenang. Pun halnya dengan beban kredit. Orang mengira bahwa dengan melunasi kredit lebih cepat dari jangka waktu akan memberikan kemudahan, tetapi hal itu justru bisa merugikan kamu lho!

Penerapan hukuman penalti jika kredit dibayar lebih cepat dari tenggat waktu adalah hal yang bisa merugikanmu.

Pada kredit pemilikan rumah (KPR), biaya penalti yang dibebankan kepada debitur adalah mulai dari satu persen atau bahkan lebih dari sisa pokok utang.

Sementara itu, penalti untuk pelunasan kredit tanpa agunan (KTA) lebih cepat juga sebesar satu persen dari sisa pokok utangmu.

4. Mengalokasikan 10 persen gaji untuk tabungan
Ini Tips Mengatur Pendapatan Bulanan Beserta Simulasinya, Dibagi Menjadi 4  Komposisi - Tribun-bali.com

Tips menabung menggunakan 10 persen dari gaji menjadi hal paling banyak muncul di berbagai platform. Apakah kamu sudah menerapkannya?

Pada dasarnya, tips tersebut tidak salah dan jika kamu bisa mengalokasikan 10 persen gaji untuk tabungan adalah suatu hal yang bagus. Namun, apakah 10 persen dari gaji akan cukup menghidupi masa tuamu?

Jawabannya belum tentu. Lantas, berapa besar presentase yang tepat dari gaji untuk dijadikan tabungan? Untuk pertanyaan itu, jawabannya tidak ada angka pasti.

Banyak ahli atau perencana keuangan saat ini menyarankan untuk menabung atau berinvestasi sebanyak mungkin. Oleh karena itu, angka 10 persen tersebut pada dasarnya adalah jumlah minimal. Kamu disarankan untuk menabung dengan presentase lebih besar daripada itu.

Agar presentase tabungan bisa lebih besar maka kamu sebaiknya memperhatikan gaya hidupmu. Kamu perlu ingat bahwa biaya untuk hidup tidaklah besar, melainkan biaya untuk gaya hidup yang bisa menghabiskan gajimu.

Perencana keuangan, awalnya hanyalah seorang tenaga pemasar yang menjalankan tugas untuk memasarkan suatu barang atau jasa kepada masyarakat. Berdasarkan sejarah yang ada, bermula dari seorang tenaga pemasar alat penyedot debu yang bertransformasi menjadi seorang konsultan pemasaran dan penulis buku-buku motivasi.

Sejarah juga mencatat, yang lainnya adalah mantan tenaga pemasar asuransi, yang sebelumnya adalah tenaga pemasar alat tulis kantor untuk sekolahan, yang juga memegang gelar sarjana di bidang psikologi.