Inilah Alasan Bagi Para Investor Berinvestasi di Indonesia

Inilah Alasan Bagi Para Investor Berinvestasi di Indonesia

Inilah Alasan Bagi Para Investor Berinvestasi di Indonesia – Investasi adalah penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh imbal balik yang lebih besar di masa depan. Ada banyak hal yang terlibat dalam aktivitas ini, dan beberapa di antaranya adalah jumlah dana dan tujuan dari investasi itu sendiri.

Dan investasi merupakan salah satu cara dalam mengembangkan jumlah uang atau harta yang Anda miliki saat ini. Sederhananya, Anda bermaksud untuk memperoleh dana lebih dari keuntungan di masa depan untuk mencapai tujuan tertentu. Sebut saja tujuan Anda adalah ingin membangun rumah, menyekolahkan anggota keluarga, atau membuka usaha.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengajak investor dari Eropa untuk mulai berinvestasi di Poker77 Indonesia. Ajakan itu disampaikan Perry kala menyampaikan pembukaan dalam Indonesia Investment Forum 2021 yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Inggris. Perry kemudian mengemukakan ada tiga alasan utama mengapa investor dari Eropa dan benua lainnya harus berinvestasi di Indonesia.

1. Optimisme pemulihan ekonomi Indonesia
Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi Indonesia Masih Rapuh - Telaah Katadata.co.id

Alasan pertama yang disampaikan Perry adalah tentang adanya optimisme terkait pemulihan ekonomi Indonesia.

“Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sekitar 4,1 sampai 5,1 persen tahun ini, positif, bukan negatif setelah tumbuh negatif tahun lalu, tetapi kontraksi yang terjadi tidak sebesar negara-negara lain,” ungkap dia.

Perry kemudian menjelaskan faktor-faktor yang membuat optimisme terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut begitu besar. Di antaranya adalah performa ekspor yang sangat kuat, kemudian nilai investasi terus meningkat, dan juga dukungan stimulus fiskal serta moneter.

“Kemudian stabilitas makro ekonomi terjaga, rendahnya inflasi, kurs yang stabil, dan sistem keuangan yang masih di bawah kendali dan ke depannya kami kembali lagi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tujuh persen yang saya yakin dalam kurun waktu lima tahun ke depan kami akan dapat pertumbuhan di atas lima persen lagi,” jelasnya.

2. Koordinasi yang kuat antara pemangku kepentingan
Gubernur BI: Ada 3 Alasan Investor Eropa Harus Investasi di Indonesia!

Alasan berikutnya yang diungkapkan Perry adalah berkaitan dengan kuatnya koordinasi kebijakan antara pemerintah, BI, dan pihak investor.

Perry sebagai orang nomor satu di BI mengaku senang dengan koordinasi yang dibuat antara pemerintah, pihaknya, dan investor.

Menurut dia, hal itu membawa investor semakin yakin jika seluruh regulasi dan perizinan dibuat dengan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan tersebut.

“Hari demi hari kita berkoordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter dengan pemerintah, kemudian refomrasi struktural di sisi investasi yang begitu berani dan juga reformasi di berbagai aspek termasuk reformasi pasar keuangan,” sambungnya.

3. Aspek digitalisasi
Gubernur BI: Ada 3 Alasan Investor Eropa Harus Investasi di Indonesia!

Digitalisasi menjadi alasan terakhir mengapa investor asing mesti berinvestasi di Indonesia. Di mata Perry, digitalisasi yang terjadi di Indonesia terakselerasi begitu cepat sehingga para investor punya peluang besar terkait hal tersebut.

Perry kemudian menyampaikan beberapa capaian terkait digitalisasi, mulai dari pertumbuhan e-commerce di Indonesia sebesar 39 persen atau 25 miliar dolar Amerika Serikat (AS) tahun ini.

“Uang elektronik tumbuh hingga 32 persen mencapai 1,8 miliar dolar AS dan digital banking tahun ini tumbuh 22 persen dan mencapai 2,2 triliun dolar AS. Ini adalah digitalsiasi yang tengah berkembang di Indonesia,” imbuhnya.

BI, lanjut Perry, turut mendukung lewat QR Indonesian Standard atau QRIS guna mengakselerasi digitalisasi pembayaran yang dilakukan masyarakat.

“Digitalisasi ini jadi new game changer bagi perekonomian Indonesia,” ujar dia.

Dalam berinvestasi, imbal balik (return) dan risiko (risk) akan selalu beriringan. Ada jenis investasi yang memiliki risiko kerugian tinggi namun justru mampu menghasilkan imbal balik yang besar. Sebut saja saham di mana tidak jarang jenis investasi ini malah membuat seorang investor gigit jari karena tidak mendapatkan apa-apa.