Fakta Secangkir Kopi yang Perlu Diketahui Para Pebisnis Baru

Fakta Secangkir Kopi yang Perlu Diketahui Para Pebisnis Baru

Fakta Secangkir Kopi yang Perlu Diketahui Para Pebisnis Baru – Perkembangan tren bisnsi kopi di Indonesia berlangsung cukup pesat selama beberapa waktu belakangan ini. Lebih dari sekadar aktivitas, minum kopi sudah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup.  Bahkan saat ini kopi tidak lagi hanya untuk menghilangkan rasa kantuk, tapi juga menjadi teman setia saat nongkrong dengan teman atau sambil kerja.

Menariknya, walaupun mungkin baru membeludak 1-2 tahun terakhir ini, sebetulnya tren bisnis kopi sudah dimulai sejak tahun 2014. Saat ini, coffee shop adalah salah satu bisnis yang menjanjikan untuk digeluti, mengingat industri kopi semakin maju setiap tahunnya. Di sisi lain, tingkat konsumsi kopi oleh masyarakat di Indonesia sangat tinggi.

Banyak orang menjadikan kopi sebagai minuman wajib untuk dikonsumsi setiap hari. Kebiasaan meminum kopi sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Itulah sebabnya para pelaku bisnis kopi kian bermunculan dan mungkin kamu salah satunya. Sayangnya, belum semua pebisnis paham sepenuhnya tentang harga jual kopi itu sendiri.

1. Pelanggan coffee shop
5 Hal yang Menentukan Harga Jual Secangkir Kopi 

Siapa pelanggan setia di coffee shop? Apakah mereka adalah mahasiswa yang memiliki uang saku terbatas atau pekerja kantor yang sudah punya penghasilan? Tentunya pelanggan setia coffee shop adalah orang dari berbagai kalangan, tidak melulu mahasiswa atau pekerja kantoran saja.

Perlu diingat bahwa setiap pelanggan memiliki daya beli masing-masing. Oleh karena itu, kamu perlu menyesuaikan harga jual dengan target pasar dari coffee shop-mu.

2. Lokasi coffee shop
5 Hal yang Menentukan Harga Jual Secangkir Kopi 

Di mana lokasi coffee shop kamu berada? Apakah di kota besar atau di kota kecil? Lokasi coffee shop adalah salah satu faktor yang bisa menentukan harga jual kopi, karena setiap lokasi dan daerah memiliki pendapatan relatif berbeda-beda. Kamu bisa melihat harga jual secangkir espreso di coffee shop di wilayah Jakarta, yang memiliki harga yang jauh lebih mahal, ketimbang harga jual oleh coffee shop di luar Jakarta.

3. Coffee shop lain yang menjadi kompetitor
5 Hal yang Menentukan Harga Jual Secangkir Kopi 

Dengan berkembangnya bisnis kopi yang semakin pesat, sangat penting untuk memperhatikan berapa harga jual kopi yang ditawarkan oleh kompetitor. Hal ini dilakukan supaya kamu, sebagai pelaku bisnis, bisa mengetahui celah mana yang bisa dimanfaatkan untuk menambah harga kopi yang bisa kamu jual, sehingga kamu bisa mendapat penghasilan yang besar.

4. Modal yang dikeluarkan untuk membangun bisnis
5 Hal yang Menentukan Harga Jual Secangkir Kopi 

Mau seenak apa pun kopi yang dijual dan sebagus apa pun pelayanannya kepada pelanggan, kalau harga jual tidak bisa menutupi modal produksi, maka coffee shop tidak akan bertahan lama.

Terkadang para pelaku bisnis lupa untuk menghitung keuangan secara menyeluruh, seperti pajak dan biaya reparasi. Oleh karena itu, pastikan keuangan coffee shop terhitung dengan rapi.

5. Acara dan menu spesial coffee shop
5 Hal yang Menentukan Harga Jual Secangkir Kopi 

Kalau menu yang dibuat dikhususkan untuk acara tertentu, coffee shop dapat meningkatkan harga jual menu tersebut karena ada faktor eksklusivitas dan faktor ketersediaannya. Menu yang dapat ditingkatkan harga jualnya ialah menu yang sedang ramai diminati orang, contohnya kopi dalgona yang pernah viral beberapa waktu lalu.

Perkembangan bisnis kopi yang begitu pesat membuat banyak investor dan perusahaan ventura tertarik untuk berinvestasi pada kedai kopi. Sudah sejak tiga tahun terakhir ini, para investor menyuntikkan dana mereka ke berbagai kedai kopi.

Hal ini dianggap cukup mengejutkan mengingat selama ini kebanyakan investor hanya memberikan dana ke startup di bidang teknologi.

Pada Januari 2019 lalu, ada dua brand kopi lokal yang mendapatkan dana investasi sebesar 8,5 juta USD atau sekitar Rp127 miliar dari Agaeti Venture Capital, SMDV, Insignia Ventures Partners, East Ventures, dan Pavilion Capital, serta 20 juta USD atau sekitar Rp288 miliar dari Sequoia India.