Fakta Menarik Seputar Pusat Perbelanjaan Pertama di Jakarta

Fakta Menarik Seputar Pusat Perbelanjaan Pertama di Jakarta

Fakta Menarik Seputar Pusat Perbelanjaan Pertama di Jakarta – Pusat perbelanjaan adalah sekelompok penjual eceran dan usahawan komersial lainnya yang merencanakan, mengembangkan, mendirikan, memiliki dan mengelola sebuah properti tunggal. Pada lokasi properti ini berdiri disediakan juga tempat parkir. Tujuan dan ukuran besar dari pusat perbelanjaan ini umumnya ditentukan dari karakteristik pasar yang dilayani.

Konfigurasi umum pusat perbelanjaan contohnya adalah gedung tertutup dan pasar terbuka. Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada di antara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan. Karena bentuk arsitektur bangunannya yang melebar (luas), umumnya sebuah mal memiliki tinggi tiga lantai.

Sarinah merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang dapat kamu temukan di Jakarta. Baru-baru ini bangunan pusat perbelanjaan bersejarah ini sedang Deposit IDN Poker77 mengalami renovasi dan dalam prosesnya ditemukan sebuah relief peninggalan  masa pemerintahan Soekarno di lantai dasar bangunan ini. Mal yang dibangun sejak masa pemerintahan Soekarno ini menyimpan fakta-fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui. Berikut 5 fakta menarik Mal Sarinah.

1. Sarinah merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia
Mal Pertama di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Mal Sarinah

Diinisiasi oleh Presiden Soekarno, Sarinah merupakan pusat perbelanjaan modern pertama yang dimiliki Indonesia. Ide berdirinya Sarinah merupakan hasil dari kunjungan Presiden Soekarno ke beberapa negara yang sudah terlebih dahulu memiliki pusat perbelanjaan modern.

Sarinah sendiri merupakan cikal bakal ritel modern di Indonesia sudah didirikan sejak 17 Agustus 1962.  Sementara itu, Gedung Sarinah sendiri baru selesai dibangun dan diresmikan empat tahun setelahnya, yakni pada 15 Agustus 1966.

2. Mal ini dinamai berdasarkan nama pengasuh Soekarno
Mal Pertama di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Mal Sarinah

Mungkin banyak yang belum mengetahui sosok di balik nama Sarinah yang menjadi pusat perbelanjaan ini. Sarinah merupakan nama pengasuh Soekarno semasa kecil.

Sosok ini begitu membekas dalam kehidupan Soekarno sehingga ia mengabadikannya menjadi nama pusat perbelanjaan ini.

3. Dibangun dari uang pampasan perang
Mal Pertama di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Mal Sarinah

Pusat perbelanjaan yang berada di jantung Ibu Kota Jakarta ini menjadi salah satu bagian dari proyek mercusuar Soekarno selain Hotel Indonesia, Monumen Nasional, Gelora Bung Karno, dan bangunan-bangunan megah lainnya di masa orde lama.

Biaya pembangunan Gedung Sarinah ini diambil dari uang pampasan perang atau kompensasi Pemerintah Jepang yang telah menjajah Indonesia.

4. Gedung pencakar langit dan gedung dengan eskalator pertama di Indonesia
Mal Pertama di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Mal Sarinah

Mungkin sekarang kamu tidak asing melihat gedung pencakar langit di kawasan Sudirman–Thamrin. Namun, lebih dari 50 tahun lalu Gedung Sarinah sempat menjadi satu-satunya gedung pencakar langit di kawasan ini.

Dengan ketinggian 74 meter dan terdiri atas 15 lantai, bangunan pusat perbelanjaan ini menjadi bangunan pencakar langit pertama yang ada di Indonesia. Uniknya lagi, di mal ini kamu juga bisa menemukan serta mencoba tangga berjalan atau eskalator pertama yang ada di Indonesia dan masih berfungsi hingga sekarang.

5. Ada relief peninggalan masa Presiden Soekarno yang tersembunyi puluhan tahun
Mal Pertama di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Mal Sarinah

Baru-baru ini media dihebohkan dengan ditemukannya relief peninggalan masa pemerintahan Soekarno. Relief Ini bergambar sosok petani, nelayan, beberapa hasil pertanian, perahu layar, serta hewan ternak tersembunyi di antara mesin-mesin di belakang sebuah gerai restoran cepat saji di lantai dasar.

Relief yang sudah ada sejak pendirian gedung ini awalnya berada persis di depan pintu masuk utama, namun pintu masuk utama ini sempat diubah dan digantikan dengan sebuah gerai restoran cepat saji. Sampai saat ini siapa pembuat relief ini masih menjadi misteri dan sedang diselidiki oleh Tim Ahli Cagar Budaya.

Di dalam sebuah mal, penyewa besar (anchor tenant) lebih dari satu (banyak). Seperti jenis pusat perbelanjaan lain seperti Department Store untuk masuk di dalamnya. Contoh dari sebuah standar mal adalah Mall Karawang Central Plaza dan Mal Kluang.

Jika ditinjau dari lokasi, mal sebenarnya diperuntukkan berada di dekat lokasi perumahan. Karena itulah bangunan mal melebar, karena dalam pada umumnya lokasi yang dekat perumahan ini, harga tanah relatif lebih murah daripada pembangunan sebuah plaza, yang berada di lokasi pusat kota. Dalam bangunan mal juga umumnya terdapat atrium.