Fakta Bisnis Luar Angkasa yang Pasti Menarik Perhatian Dunia

Fakta Bisnis Luar Angkasa yang Pasti Menarik Perhatian Dunia

Fakta Bisnis Luar Angkasa yang Pasti Menarik Perhatian Dunia – Luar angkasa atau angkasa luar atau antariksa (juga disebut sebagai angkasa), merujuk pada bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya, di luar atmosfer  dari benda “celestial”. Istilah luar angkasa digunakan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi “terestrial”.

Hal-hal yang berkaitan dengan riset, studi, penelitian, bahkan bisnis luar angkasa pastinya mampu menyedot perhatian dunia. Banyak yang menganggap bahwa riset sains tentang luar angkasa merupakan bukti kemajuan peradaban manusia. Namun, di sisi lain, tak sedikit pula yang mencibir bahwa riset tersebut hanya berujung pada bisnis yang malah menjadi sumber pemborosan uang negara.

Terlepas dari itu semua, manusia sendiri sudah mulai meneliti objek-objek luar angkasa sejak ratusan tahun lalu. Mereka menggunakan teleskop dengan lensa khusus yang mampu menangkap gambar Bulan dan beberapa planet terdekat dengan Bumi. Fakta bahwa sains tentang alam semesta yang terus mengalami perkembangan memang tak bisa dibantah.

1. Penemuan teleskop sebagai fondasi kemajuan sains astronomi
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Teleskop adalah sebuah alat bantu yang digunakan oleh ilmuwan untuk mengamati objek-objek di luar angkasa. Dilansir Space, orang pertama yang mengajukan paten terhadap penemuan teleskop adalah Hans Lippershey, seorang ahli lensa dan pembuat kacamata asal Belanda. Teleskop sederhana buatannya mempunyai lensa okuler cekung yang disejajarkan dengan lensa objektif cembung.

Namun, teleskop yang dibuat pada 1608 ini tentu tidak bisa digunakan untuk mengamati objek-objek luar angkasa. Baru pada 1609, Galileo Galilei menyempurnakan sistem lensa dan membuat teleskopnya sendiri. Galileo juga merupakan ilmuwan pertama yang mengamati objek luar angkasa menggunakan teleskop manual dari Bumi. Dengan teleskopnya, Galileo bisa mengamati kawah yang ada di permukaan Bulan.

Semenjak itu, perkembangan teleskop makin maju. Dengan risetnya, Galileo bisa mempelajari tentang cincin Saturnus, bintik Matahari, dan empat satelit alam yang mengitari Jupiter. Di tahun-tahun selanjutnya, ilmuwan bernama Johannes Kepler mulai merancang perangkat lensa teleskop yang lebih canggih. Lalu, pada 1668, Isaac Newton menciptakan teleskop pemantul kompleks yang sistem kerjanya digunakan pada pembuatan teleskop modern.

2. Kehadiran manusia di luar angkasa untuk pertama kalinya
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Sebuah lompatan besar dalam dunia sains pernah terjadi pada 1961. Dicatat dalam laman resmi NASA, pada 12 April 1961, seorang kosmonaut asal Rusia—kala itu Uni Soviet—bernama Yuri Gagarin untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa. Yuri Gagarin menggunakan wahana Vostok 1 untuk melakukan perjalanan di orbit Bumi selama 108 menit.

Bisa dibilang bahwa peristiwa ini menjadi salah satu tonggak sejarah terpenting bagi dunia sains luar angkasa. Kala itu, Yuri Gagarin melakukan misi dengan wahana berkecepatan 27.400 km per jam. Uniknya, sistem pergerakan Vostok 1 pada saat berada di orbit Bumi dikendalikan oleh modul komputer yang ditransmisikan melalui gelombang radio.

Perjalanan Gagarin ini membuktikan bahwa manusia bisa ke luar angkasa asalkan ada teknologi yang mendukungnya. Lewat peristiwa bersejarah itu pula, Presiden AS, JF Kennedy, makin bertekad untuk mengirimkan manusia ke luar angkasa, bahkan lebih jauh lagi.

3. Amerika membalas Uni Soviet dengan mengirimkan astronaut ke Bulan
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Sejak Uni Soviet sukses mengirimkan manusia ke luar angkasa, Amerika makin berambisi untuk melakukan hal yang sama. Namun, kali ini, mereka bisa melakukannya lebih jauh. Ya, pada 16 Juli 1969, misi Apollo 11 berhasil diluncurkan. Sekitar 110 jam setelahnya, yakni pada 20 Juli 1969, sejarah mencatat bahwa untuk pertama kalinya manusia berhasil mendarat di Bulan.

Kala itu, ada tiga orang astronaut yang ditugaskan oleh NASA untuk melakukan misi pendaratan di Bulan. Mereka adalah Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins. Namun, hanya Neil Armstrong dan Buzz Aldrin yang menginjakkan kaki di Bulan. Sementara, Michael Collins tetap berada di wahana dan menjaganya agar tetap berada di orbit Bulan.

Setelah peristiwa bersejarah tersebut sukses dilakukan, NASA kembali mengirimkan beberapa misi ke Bulan. Total ada 24 Astronaut yang sudah melakukan misi ke Bulan dan 12 di antaranya sukses menginjakkan kaki di Bulan. Kini, bahkan NASA dan badan antariksa dunia lainnya sedang melakukan riset dan studi di Planet Mars.

4. Teleskop Hubble dan ISS yang menjadi andalan badan antariksa di seluruh dunia
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Seperti diulas dalam laman Europe Space Agency (ESA), teleskop luar angkasa Hubble diluncurkan pada 1990 dan menjadi teleskop terbesar dan tercanggih hingga saat ini. Teleskop ini berfungsi untuk melihat peristiwa yang berkaitan dengan objek angkasa jauh, seperti galaksi, nebula, ledakan bintang, planet, bahkan pengembangan dari alam semesta.

Sementara, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pertama kali dibuat pada 1969 berupa gabungan dua buah wahana Soyuz milik Rusia. Konstruksi dan pembangunan ISS terus dilakukan hingga bertahun-tahun setelahnya. Pada 1998, dimulailah pengembangan ISS menjadi lebih besar dan bisa menampung pesawat luar angkasa milik NASA.

Nah, anggaran untuk membangun kedua fasilitas tadi tidaklah sedikit. Teleskop Hubble yang membutuhkan perawatan dan penggantian suku cadang terbaru telah menghabiskan biaya sekitar Rp200 triliun. Adapun, ISS juga telah menghabiskan dana fantastis yang kabarnya mencapai Rp2,5 kuadriliun.

Angka-angka tersebut belum termasuk semua misi dan riset yang dilakukan oleh seluruh badan antariksa dunia, termasuk NASA. Ahli ekonomi AS pun pernah menyatakan bahwa nyaris mustahil menghitung anggaran biaya riset luar angkasa sejak pertama kali dilakukan hingga kini. Bahkan, tak sedikit yang menyatakan bahwa riset luar angkasa merupakan pemborosan uang negara secara sistematis.

5. Saat ini, bisnis luar angkasa makin digemari
Habiskan Dana Besar, 5 Fakta tentang Riset dan Bisnis Luar Angkasa

Setidaknya, ada lima perusahaan besar yang siap menjalankan pariwisata luar angkasa di masa mendatang. Mereka adalah Blue Origin, SpaceX, Bigelow Aerospace, Virgin Galactic, dan SpaceDev. Tak main-main, mereka bahkan telah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk keperluan riset, penelitian, uji coba, dan asuransi perjalanan.

Pada 20 Juli 2021 lalu, Blue Origin melalui wahana New Shepard sukses membawa Jeff Bezos dan beberapa orang lainnya ke luar angkasa. Blue Origin sendiri merupakan perusahaan milik Jeff Bezos dan rencananya akan menjalankan bisnis wisata luar angkasa yang cukup terjangkau di masa depan.

Dilansir National Geographic, pariwisata luar angkasa akan menjadi tren yang digemari di masa depan. Bukan tak mungkin perjalanan manusia di luar angkasa akan membawa peradaban manusia lebih jauh lagi di alam semesta. Yang jelas, riset dan studi mengenai luar angkasa tidak akan berhenti sampai di sini.

Jadi, beberapa fakta dan ulasan mengenai kemajuan sains astronomi sudah kita bahas di atas. Sebagai generasi muda, siapa tahu kita bisa merasakan bagaimana asyiknya berwisata ke luar angkasa di masa depan. Apa kamu juga tertarik untuk merasakan wisata ke luar angkasa?

Di Amerika Serikat, seseorang yang berada di atas ketinggian 80 km ditetapkan sebagai astronaut. 120 km (75 mil atau 400.000 kaki) menandai batasan di mana efek atmosfer menjadi jelas sewaktu proses memasuki kembali atmosfer (re-entry).