Cara Mengelola Keuangan Bagi Pekerja yang Dapat Bantuan

Cara Mengelola Keuangan Bagi Pekerja yang Dapat Bantuan

Cara Mengelola Keuangan Bagi Pekerja yang Dapat Bantuan – Pegawai swasta adalah orang yang bekerja di lembaga atau organisasi non pemerintah berdasarkan kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Karyawan swasta bergaji di bawah Rp5 juta akan mendapat bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah.

Bantuan Langsung Tunai atau disingkat BLT adalah program bantuan pemerintah berjenis pemberian uang tunai atau beragam bantuan lainnya, baik bersyarat (conditional cash transfer) maupun tak bersyarat (unconditional cash transfer) untuk masyarakat miskin. Bantuan ini merupakan bagian dari stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional dalam menanggulangi dampak COVID-19. Jumlah insentif atau BLT karyawan swasta ini sebesar Rp600 ribu per bulannya.

Bantuan ini akan diberikan selama empat bulan, dengan pencairan yang dilakukan setiap dua bulan sekali yang dimulai pada akhir Agustus nanti. Dengan demikian, total tambahan penghasilan bagi para pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta itu adalah Rp2,4 juta.

1. Jangan gunakan bantuan dana ini untuk kebutuhan gaya hidup
Ini 5 Tips Bijak Memanfaatkan BLT Karyawan Swasta dari Pemerintah

Bagi mereka yang berstatus karyawan dan lajang, bantuan langsung tunai ini bisa serupa insentif karyawan swasta yang bebas digunakan untuk apa pun. Akan tetapi, patut diingat bahwa dana tersebut hanya akan menguap begitu saja jika digunakan untuk keperluan gaya hidup.

Sebagai karyawan, siapa pun jadi berpotensi kehilangan pekerjaan atau mengalami pengurangan penghasilan di masa ini. Jadikanlah BLT sebagai sebuah insentif karyawan swasta untuk menyehatkan pemasukan dan pengeluaranmu per bulan.

2. Manfaatkan dana tersebut untuk menambah cadangan dana darurat
Simak 5 Tips Memanfaatkan Subsidi Gaji di Bawah Rp5 Juta | Medcom.id | LINE  TODAY

Apakah cadangan dana daruratmu sudah cukup? Jika belum, insentif ini tentunya bisa digunakan untuk menambah cadangan dana darurat.

Namun, di masa pandemik seperti ini, memiliki cadangan uang lebih banyak tentu akan lebih baik. Jika minimal sudah ada dana senilai enam kali pengeluaran pokok bulanan di dalam pos dana darurat, itu tentu jadi persiapan yang baik dalam menghadapi segala ketidakpastian.

Segera simpan dana tersebut dan jangan gunakan untuk keperluan lain selain yang bersifat darurat. Sebab, sesuai namanya, dana ini hanya digunakan pada keadaan terdesak, seperti misalnya terpaksa jadi korban PHK dan harus tetap memenuhi kebutuhan hidup sampai mendapatkan nafkah baru.

3. Cobalah untuk melunasi utang berbunga besar dan yang bersifat konsumtif
Utang Anda Menumpuk? Ini 8 Trik Mudah Melunasi Utang - Halaman all -  Tribun-timur.com

Alangkah baiknya bagi kita untuk hidup bebas utang di saat perekonomian sedang tidak bersahabat. Karena keberadaan cicilan utang per bulan tentu saja bisa mengganggu proses belanja kebutuhan pokok bagi kita yang menerima gaji di bawah Rp5 juta.

Jika memang arus kas bulanan kita sudah sehat alias pengeluaran tak lagi melebihi pemasukan, ada baiknya untuk menggunakan insentif itu untuk bayar utang. Sebelum melakukan pelunasan, cobalah tanya ke pihak kreditur soal prosedur dan besaran biaya penalti yang dikenakan.

Apabila pokok utang terlihat masih cukup besar dan bisa mengakibatkan denda yang melebihi 35 persen pemasukan kita, jangan paksakan untuk mempercepat pelunasan. Namun, jika biaya penalti tidak terlalu besar, lunasi saja secepatnya.

4. Selalu lindungi diri dengan asuransi
Tips Mengelola Keuangan bagi Pekerja yang Dapat Bantuan TunaiĀ 

Jika memang kondisi keuangan kita sudah sehat, insentif itu pun bisa kita gunakan untuk terus melindungi diri dengan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa. Bagi kamu yang memiliki tunggakan pembayaran BPJS Kesehatan, dana ini mungkin juga bisa membantu untuk mengatasi masalah ini.

Hal ini juga berkenaan dengan pemotongan pengeluaran bulanan yang baiknya kita lakukan di saat pandemi seperti untuk gym, subscription pada app tertentu, pemakaian listrik berlebih, dan lain sebagainya.

Jika semua pengeluaran bulanan bisa disortir, prioritaskan hal-hal pokok termasuk perlindungan kesehatan diri yang dapat membantu kita menghadapi risiko finansial, terutama karena inflasi biaya kesehatan yang terus naik.

5. Mulailah kebiasaan untuk berinvestasi secara rutin
Expandana - Cara Membangun Kebiasaan Baru untuk Mulai Berinvestasi

Jika memang tidak memiliki beban utang konsumtif yang besar, dana darurat sudah dimiliki, dan jaminan kesehatan maupun asuransi kesehatan sudah ada, tidak ada alasan lain untuk tidak mencoba berinvestasi.

Ada beragam investasi beragam, mulai dari deposito, emas, properti, reksadana, hingga saham. Dengan dana BLT karyawan swasta yang hanya sebesar Rp 2,4 juta, rasanya mustahil untuk berinvestasi properti. Berinvestasi emas pun bisa dikatakan kurang bijak saat ini karena harganya yang sudah terlalu melambung tinggi.

Menginvestasikan dana tersebut ke deposito bisa aman walaupun sedang kurang menguntungkan, karena suku bunga acuan saat ini sangat rendah. Alternatif terbaik untuk berinvestasi di masa sulit seperti ini adalah di reksa dana pendapatan tetap, obligasi negara, reksa dana pasar uang, dan saham blue chip.