BNI Komitmen Tingkatkan Penguatan Bisnis Transactional Bank

BNI Komitmen Tingkatkan Penguatan Bisnis Transactional Bank

BNI Komitmen Tingkatkan Penguatan Bisnis Transactional Bank – Bank Negara Indonesia atau BNIadalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. Dalam struktur manajemen organisasinya, Bank Negara Indonesia (BNI), dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh Royke Tumilaar.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen dalam meningkatkan penguatan bisnis transactional banking sehingga nasabah dapat melakukan transaksi keuangan dengan lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengungkapkan BNI memiliki 3 (tiga) inovasi untuk penguatan bisnis transactional banking ke depan. Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menjelaskan upaya tersebut dilakukan agar nasabah dapat melakukan transaksi keuangan yang lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas.

1. Memiliki tiga inovasi
BNI Perkuat Bisnis Transactional Banking

Lebih lanjut Sis Apik Wijayanto mengungkapkan BNI memiliki tiga inovasi untuk penguatan bisnis transactional banking ke depan. Pertama, Garansi Bank Online yang memungkinkan nasabah melakukan pengajuan Garansi Bank sekaligus memonitor proses sampai dengan penyelesaian transaksi melalui platform BNIDirect.

Selanjutnya yaitu Solusi Financing melalui platform Financial Supply Chain Management untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi supply chain dengan vendor dan supplier-nya. Sementara yang ketiga adalah open banking solution berupa Application Programming Interface (API Corporates) yang dapat mengintegrasikan aplikasi sistem nasabah dengan layanan transaksional BNI.

“Walaupun masih pandemik, namun secara year on year tercatat peningkatan sebesar 16,4 persen untuk pengguna layanan transaksional banking, yaitu dari semula 58,6 ribu pengguna pada Juni 2020 menjadi 68,2 ribu pengguna pada Juni 2021,” tutur Sis Apik di Jakarta, akhir pekan lalu.

2. Tren pendapatan dari bisnis transactional banking meningkat YoY
BNI Perkuat Bisnis Transactional Banking

Ia juga mengatakan, tren pendapatan Fee Based Income (FBI) dari bisnis transactional banking secara year on year (YoY) hingga Semester I/ 2021 mencapai 37,9 persen dengan volume transaksi equivalen rupiah tumbuh 11 persen, sehingga membuat saldo rata-rata current account tumbuh 8,6 persen.

“Kami sangat yakin tren pendapatan dari bisnis transaksional terus meningkat secara solid seiring dengan kondisi market yang mulai membaik dengan pertumbuhan ekonomi dan ekosistem yang positif,” ujarnya.

Hingga akhir 2021, Sis berharap bisnis transactional banking services dapat menghasilkan FBI yang berlipat.

3. Modernisasi infrastruktur perbankan
BNI Perkuat Bisnis Transactional Banking

Adapun BNI terus melakukan modernisasi infrastruktur transaksional dengan membangun platform terintegrasi pada Cash Management System BNIDirect serta pengayaan fitur antara lain Garansi Bank Online, Platform FSCM, BNI Trade Online, Virtual Account dan solusi digital terintegrasi berupa API Corporates.

Saat ini, sudah terdapat 283 jenis API Corporates yang digunakan lebih dari 4.000 mitra kementerian/kelembagaan, institusi BUMN, dan perusahaan multinasional.

“Kami optimis bisnis transactional banking services, khususnya yang didesain untuk institusi korporasi, dapat berkontribusi optimal pada total fee based income BNI pada akhir 2021,” tandasnya.