Beginilah Tips Cara Membeli Rumah Bekas Agat Tidak Menyesal

Beginilah Tips Cara Membeli Rumah Bekas Agat Tidak Menyesal

Beginilah Tips Cara Membeli Rumah Bekas Agat Tidak Menyesal – rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, tetapi untuk istilah tempat tinggal yang khusus bagi hewan adalah sangkar, sarang, atau kandang. Banyak orang berpikir bahwa proses membeli rumah bekas mungkin jauh lebih mudah dan lebih murah ketimbang membeli rumah baru.

Namun ternyata hal itu salah besar. Apalagi jika dilakukan tanpa pertimbangan yang tepat.

Namun, membeli rumah bekas pun menimbulkan keraguan tersendiri bagi pembeli, karena memang kondisinya yang sudah dipakai dan telah dibangun sejak lama. Justru, dalam hal membeli rumah bekas, ada lebih banyak hal spesifik yang perlu dipertimbangkan agar tidak rugi. Contohnya yaitu kondisi rumah dan kelengkapan surat-suratnya. Selain itu, Dilansir dari Live Chat Live22 ada juga biaya ekstra yang harus dipertimbangkan, seperti biaya renovasi.

Berikut adalah tips membeli rumah bekas yang perlu dipertimbangkan

1. Cermati anggaran hunian

Sebelum membeli rumah,Pastikan anggaran sesuai dengan kemampuan keuangan, berdasarkan besar pendapatan dan pengeluaran lain yang harus Anda bayar. sangat penting untuk memastikan dan mengenal kondisi keuangan pribadi, seperti sumber pemasukan serta kewajiban-kewajiban yang harus dilunasi.

Pasalnya saat membeli rumah bekas, bukan hanya harus memikirkan dana untuk membeli rumah, tapi juga biaya lainnya yang mungkin timbul seperti biaya renovasi karena rumah bekas biasanya memiliki beberapa kekurangan.

2. Pastikan dokumen rumah lengkap

Jika berencana memakai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank untuk membeli rumah bekas, pastikan rumah tersebut memiliki dokumen lengkap seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Berikut ini daftar surat yang menjadi syarat jual beli rumah second:

1. Surat kepemilikan tanah (SHM, SHGB atau SHP)
2. Akta Jual Beli (AJB)
3. Sertifikat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
4. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
5. Bukti pembayaran tagihan PDAM, telepon, listrik (untuk memastikan layanan tidak dicabut ketika Anda menempati rumah bekas yang bersangkutan).

3. Cari gambaran rumah ideal

Tentu kita semua ingin memiliki rumah yang nyaman untuk ditempati. Meskipun membeli rumah bekas memang memiliki pilihan yang terbatas dibandingkan jika membeli rumah baru, setidaknya rumah yang hendak kita beli memenuhi sebagian kriteria.

Contohnya, lokasi yang strategis atau akses angkutan umum yang mudah, begitu juga lingkungan rumah yang aman untuk keluarga.

4. Periksa kondisi sebelum beli rumah

Membeli rumah yang sudah pernah ditempati sebelumnya memang memiliki lebih banyak risiko dalam hal kualitas bangunan. Oleh karenanya, mintalah bantuan orang yang paham mengenai kondisi bangunan seperti tukang atau kontraktor untuk mengecek kelayakannya.

Berikut ini beberapa hal yang patut Anda periksa ketika melihat-lihat rumah bekas:

1. Tingkat kelembapan dinding

2. Ketahanan bagian rumah yang terbuat dari kayu, seperti kusen pintu dan jendela

3. Sistem dan suplai air bersih

4. Saluran pembuangan

5. Bagian atap dan genting, pastikan tidak ada atau tidak banyak bagian yang berkarat atau retak.

5. Hitung biaya ekstra yang harus dikeluarkan

Selain mengantisipasi biaya renovasi dan biaya tambahan lain, penting juga untuk selalu menghitung biaya ekstra yang harus dikeluarkan. Misalnya, saat melakukan pengecekan sertifikat guna memastikan sertifikat rumah tidak ada catatan seperti blokir, sita atau catatan lainnya.

6. Beri waktu sebelum memutuskan beli rumah
Seorang remaja putri tengah mengakses aplikasi Sikasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) secara daring untuk perhitungan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Bank BTN yang akan diajukan di Demak, Jawa Tengah. IDN Times/Dhana Kencana.
7. Cek lokasi rumah

Tips berikutnya adalah memastikan lokasi rumah bekas sudah nyaman dan tidak terisolasi dari dunia luar. Hal ini tidak hanya akan bermanfaat di saat kamu akan bepergian, tetapi juga dari segi harga jual rumah kelak.

8. Riset lingkungan sekitar

Setelah tahu lokasi rumah, lakukan riset kecil tentang lingkungan di sekitarnya. Periksalah apakah rumah tersebut berada di lingkungan yang nyaman untuk ditempati. Kamu bisa survei ke daerah sekitar rumah dan bertanya-tanya pada masyarakat setempat tentang lingkungan

9. Ketahui usia rumah saat akan membeli

Selain memperhatikan kondisi rumah dan segala yang ada di dalamnya, hal lain yang harus dilakukan adalah memperhatikan usia rumah second yang akan dibeli. Ketahui usia rumah dan risiko apa yang akan dihadapi saat tinggal di rumah bekas tersebut di masa depan.

Ingat! Membeli rumah tua, walau murah, mesti diantisipasi karena harus membayar biaya renovasi kelak.

10. Perhatikan sumber air saat hendak beli rumah

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang manusia membutuhkan kiranya 10 galon air bersih untuk beraktivitas, mulai dari konsumsi, mencuci baju dan piring, mandi, membersihkan rumah, mobil, dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, apabila rumah bekas yang akan hendak dibeli memiliki sumber air berjenis PAM, pastikan si pemilik rumah tidak memiliki masalah tagihan air.

11. Perhatikan ketersediaan listrik

Sebelum memutuskan untuk beli rumah bekas, periksa terlebih dahulu apakah daya listrik di rumah tersebut cukup untuk memenuhi segala peralatan elektronik. Apalagi jika kamu berencana memasang cukup banyak barang elektronik.

Jika dirasa tidak cukup, lakukan upgrade alias tambah daya secara online lewat situs PLN. Selain itu, pastikan instalasi kabel dalam kondisi baik demi menghindari terjadinya korslet listrik.