Beberapa Macam Investasi yang Cocok Dicairkan Saat Darurat

Beberapa Macam Investasi yang Cocok Dicairkan Saat Darurat

Beberapa Macam Investasi yang Cocok Dicairkan Saat Darurat – Investasi adalah suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia investasi berarti penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Pandemik COVID-19 telah menekan perekonomian masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di tengah ketidakpastian akibat COVID-19, seseorang terkadang membutuh dana untuk kepentingan yang bersifat darurat. Apabila orang tersebut tidak memiliki dana darurat dalam bentuk uang atau dana daruratnya sudah habis, maka beberapa instrumen investasi bisa dicairkan untuk dana darurat tersebut.

Meski begitu, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan hanya ada beberapa instrumen investasi yang cocok dicairkan untuk menjadi dana darurat. Selain bisa cepat dicairkan, Andy mengatakan instrumen investasi yang bisa dijadikan dana darurat harus memiliki nilai yang cenderung stabil atau tidak turun drastis, dan juga berisiko rendah sampai moderat.

1. Tabungan
Tabungan: Perkembangan dan Tujuan Utama Melakukannya - Cermati.com

Jika kamu memiliki tabungan di bank, maka instrumen investasi tersebut cocok dicairkan untuk dana darurat. Sebab, proses pencairan tabungan sangat cepat, dan nilainya dipastikan tetap atau bahkan bertambah.

“Kalau punya tabungan di bank dengan modal ATM saja kita bisa langsung cairkan. Tapi memang tabungan di bank saat ini bunganya rendah, artinya untuk melawan inflasi itu berat,” ucap Andy.

2. Deposito
Cara Menghitung Bunga Deposito, Seperti Apa Rumusnya? - Cermati.com

Instrumen kedua adalah deposito. Menurut Andy, deposito bisa dicairkan dalam waktu yang cepat. Namun, apabila kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, kamu bisa diberikan penalti atau denda, bunga tidak dicairkan, dan juga nilai deposito bisa lebih rendah.

“Bisa juga deposito, dan bunganya lebih tinggi dari tabungan. Deposito ini mudah dicairkan, tidak butuh waktu lama,” ujar dia.

3. Obligasi
5 Jenis-Jenis Obligasi yang Harus Diketahui Investor Pemula - Hot  Liputan6.com

Apabila kamu memiliki instrumen investasi surat berharga atau obligasi, kamu juga bisa mencairkannya sebagai dana darurat. Ada beberapa obligasi yang bisa dicairkan lebih awal dari jatuh tempo, atau disebut early redemption.

Sama dengan deposito, jika mencairkan obligasi lebih awal kamu bisa dikenakan penalti. Namun, ada beberapa obligasi yang bisa dicairkan lebih awal tanpa dikenakan penalti.

“Kita juga bisa pilih obligasi, itu juga cenderung bisa dicairkan. Walau di-lock misalnya 3 tahun, tapi bisa di-break juga. Dan biasanya ada penaltinya. Dan kita biasanya dapat suku bunga yang berlaku saat itu,” kata Andy.

4. Logam mulia
Masih Punya Sisa THR? Coba Investasi Logam Mulia Yuk

Instrumen selanjutnya adalah logam mulia. Menurut Andy, logam mulia adalah salah satu instrumen yang likuid atau mudah dicairkan.

“Logam mulia itu tingkat fleksibilitasnya tinggi. Misalnya kita pergi ke luar kota bawa logam mulia, baik berupa emas batangan atau perhiasan. Nah sewaktu-waktu kita butuh dana darurat, itu bisa dicairkan dengan jual ke toko emas yang ada di dekat kita,” tutur Andy.

5. Reksa dana
BEI Beberkan 3 Keuntungan Investasi Reksadana

Terakhir adalah reksa dana. Menurut Andy, reksa dana bisa dicairkan dengan mudah dan cepat hanya melalui aplikasi di ponsel pintar (smartphone). Bahkan, risikonya relatif rendah dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan deposito dan logam mulia.

“Dicairkannya sangat mudah. Kalau kita install aplikasi di smartphone, pencairannya sangat cepat, 3 hari bisa cair,” ucap Andy.

Namun, dia mengingatkan apabila instrumen investasi yang kamu miliki, baik itu tabungan, deposito, obligasi, logam mulia, atau reksa dana sudah dicairkan untuk dana darurat, maka kamu harus segera menyisihkan uang untuk dana darurat ketika kamu sudah memiliki penghasilan kembali.

“Tidak perlu menunggu kapan kita perlu dana darurat lagi. Tapi begitu kita mendapat penghasilan lagi segera sisihkan di awal untuk dana darurat lagi,” papar dia.

Apabila kamu ingin berinvestasi lagi, pastikan uang yang kamu investasikan tidak mengganggu kebutuhan pokok seperti uang makan sehari-hari, cicilan, dan sebagainya.

“Kalau utang banyak, cicilan banyak, lalu dibela-belain untuk investasi sehingga tidak bisa makan, utang dan cicilan tidak bisa terbayar, saran saya sebaiknya tidak usah investasi dulu,” ucap Andy.

Secara umum investasi dapat diartikan sebagai meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/ manfaat pada masa datang. Jadi, investasi merupakan membeli sesuatu yang diharapkan di masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari semula.

Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangankan dalam bentuk surat berharga, saham/obligasi, bukti hutang (Promissory Notes), bunga atau partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif (Reksa dana), Hak untuk membeli suatu saham (Rights), garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.