Zamannya Generasi Muda Mulai Melirik Dunia Investasi

Zamannya Generasi Muda Mulai Melirik Dunia Investasi

Zamannya Generasi Muda Mulai Melirik Dunia Investasi – Dunia investasi merupakan dunia yang cukup menantang dan asing bagi sebagian orang. Tidak heran, banyak istilah yang mungkin baru didengar terutama oleh mereka yang belum pernah menekuni dunia investasi sebelumnya.

Meskipun begitu, jika digeluti dengan benar, investor bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Kini, investasi tidak hanya dilakukan orang dewasa yang telah memiliki kekayaan tertentu, tetapi usia muda juga mulai melek investasi. Sumber edukasi yang mengajak kalangan muda untuk berinvestasi sejak dini telah banyak tersebar di media sosial dan institusi pendidikan.

Jika dulu investasi harus dilakukan dengan modal yang besar, kini tidak demikian. Modal kecil seperti Rp50 ribu saja sudah bisa menjadi awal modal pembukaan idn download apk rekening. Dengan begitu, kamu akan mulai belajar dan mengetahui cara berinvestasi yang menghasilkan keuntungan.

1. Tidak mudah boros

Kiat Ajarkan Anak Agar Tidak Boros | kumparan.com

Melek investasi sejak usia muda akan membuat kamu terhindar dari sifat boros. Hal tersebut terjadi karena keinginan untuk sesuatu yang konsumtif tidak akan membuat kamu tergiur, sebab kamu menyadari keuntungan Return of Investment (ROI) yang akan didapatkan pada kemudian hari untuk mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik.

Dengan demikian, kamu akan lebih cermat dalam mengatur keuangan dan mengarahkan pengeluaran hanya untuk kebutuhan.

2. Sarana belajar mengatur skala prioritas
5 Alasan Memulai Investasi di Usia Muda, Bisa Nikmati Untungnya Nanti!

Ketika kamu sudah tidak begitu boros, artinya kamu sudah mulai belajar mengatur skala prioritas dalam hal finansial. Kamu dapat mengatur mana kebutuhan yang harus didahulukan, dan mana kebutuhan lainnya yang dapat dikurangi, atau bahkan ditunda terlebih dahulu.

Dalam hal ini, menggunakan persentase dapat memudahkan kamu untuk mengatur skala prioritas. Kamu dapat memakai metode 50/30/20, yang mana 50 persen untuk kebutuhan dan tagihan wajib, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan dan investasi.

Metode lainnya kamu bisa memakai prinsip Pareto dengan membagi 80/20, yang mana 80 persen dipakai untuk biaya hidup saat ini dan 20 persen untuk tabungan atau investasi masa depan.

3. Mendapat pemasukan lebih
5 Alasan Memulai Investasi di Usia Muda, Bisa Nikmati Untungnya Nanti!

Menambah penghasilan tidak hanya dilakukan dengan membuka usaha atau menjadi pekerja part-time, freelance, dan lainnya. Investasi pun dapat menambah penghasilan dengan pasif, jika instrumen yang dipilih seperti saham, reksadana, emas, atau yang memiliki imbal hasil lainnya dalam bentuk materi.

Maka itu, investasi dapat menjadi pilihan untuk menambah penghasilan, apalagi di usia muda yang terkadang membutuhkan uang jajan tambahan atau tabungan di masa depan. Jadi, kesempatan ini dapat menambah penghasilan dengan jangka waktu panjang.

4. Diuntungkan di masa depan dengan adanya tabungan dan dana darurat
Melatih Berhemat Sejak Dini: 10 Cara Agar Anak Anda Tidak Jajan Boros

Banyak investor memulai dan membangun portofolio investasi mereka dari titik nol sampai menjadi ahli. Hal itu menunjukan bahwa investasi dapat menjadi bukti nyata untuk membangun masa depan finansial yang lebih mapan. Maka itu, memulai investasi di usia muda dapat membuat kamu belajar lebih banyak dan nantinya dapat memiliki tabungan di masa depan.

Selain dapat menjadi tabungan di masa depan, imbal hasil dari investasi dapat juga kamu jadikan sebagai dana darurat. Justru hal ini adalah pondasi awal yang harus dimiliki, terutama bagi para investor. Kamu bisa memilih investasi yang aman, likuid atau mudah dicairkan kapan saja. Contohnya investasi emas.

5. Mandiri finansial sejak dini
3 Cara Mendidik Anak Agar Tidak Boros

Dari banyaknya alasan di atas, salah satu keuntungan yang bisa kamu dapatkan dalam berinvestasi adalah mandiri dalam hal finansial, bahkan sejak dini. Kamu hanya akan bergantung pada diri kamu sendiri, dan tidak lagi bergantung pada orang lain, seperti orang tua dalam hal finansial.

Enaknya, kamu bisa membantu mengurangi beban finansial mereka dengan memiliki finansial sendiri. Hal ini sangat berpengaruh pada generasi sandwich atau generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya.

Sesuai dengan artinya, istilah ini berarti “beli dan jual”. Istilah ini sering digunakan para penggiat dunia investasi pada saat proses beli dan jual saham. Ketika kamu memutuskan untuk membeli saham, hal tersebut berarti kamu masuk ke dalam pasar saham dan mengeluarkan uang untuk membeli saham yang akan menguntungkan.

Ketika nilai saham tersebut naik, kamu boleh melakukan “sell” atau menjualnya. Dengan begitu, kamu mendapatkan margin dari penjualan. Selain itu, kamu juga boleh menjual saham yang kamu miliki apabila membutuhkan pencairan dana.