Yukz Cuan Lebih Banyak Lagi Dengan Membudidayakan Ikan Nila

Yukz Cuan Lebih Banyak Lagi Dengan Membudidayakan Ikan Nila

Yukz Cuan Lebih Banyak Lagi Dengan Membudidayakan Ikan Nila – Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan ini diintroduksi dari Afrika, tepatnya Afrika bagian timur, pada tahun 1969, dan kini menjadi ikan  peliharaan yang populer di kolam-kolam air tawar di Indonesia sekaligus hama di setiap sungai dan danau Indonesia.

Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Nile  Tilapia. Ikan nila memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya yaitu rasanya yang lezat dan baunya yang tidak terlalu amis. Dari segi nutrisi, ikan nila juga gak kalah lho dengan jenis lainnya. Ikan nila merupakan sumber protein yang baik dan rendah lemak lho, serta diperkaya akan asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 yang ternyata mampu menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Ikan nila juga punya sejumlah manfaat seperti Livechat Live22 Indonesia melawan sel kanker, menjaga kesehatan otak, mencegah penuaan dini, membantu menurunkan berat badang hingga menjaga kesehatan jantung. Banyaknya manfaat dari ikan nila ini membuat banyak orang yang mencoba membudidayakan ikan ini. Bahkan meski dihantam pandemik COVID-19, permintaan ikan ini tidak surut dan harganya tetap stabil.

1. Memilih benih ikan nila
Begini 5 Tahap Budi Daya Ikan Nila Biar Cuan 

Pertama, kamu harus punya pengetahuan dalam memilih benih ikan nila yang berkualitas. Dengan mengetahui jenis benih yang berkualitas, nantinya sangat memungkinan kamu mendapatkan hasil ternak yang ideal serta memperbesar potensi meraup keuntungan. Tipsnya, pilih benih ikan nila dengan jenis kelamin yang sama. Terutama ikan nila jantan.

Pasalnya, ikan nila jantan diklaim memiliki persentase pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan jenis ikan nila betina sebesar 40 persen. Selain itu, dengan memilih jenis kelamin yang sama, ikan nila yang kamu budi daya akan memiliki energi yang lebih untuk tumbuh dan berkembang karena tidak digunakan untuk melakukan perkawinan yang kerap terjadi jika mencampurkan benih jantan dan betina di dalam kolam yang sama.

2. Siapkan dulu kolam ternaknya
Begini 5 Tahap Budi Daya Ikan Nila Biar Cuan 

Berikutnya adalah menyiapkan kolam ternaknya. Kamu bisa membangun kolam secara sederhana seperti kolam tanah, kolam semen, serta kolam yang terbuat dari terpal. Namun untuk budi daya ikan nila, lebih dianjurkan untuk menyiapkan kolam ternak dalam jenis kolam tanah. Pemilihan kolam tanah punya keunggulan untuk dapat menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman liar serta hewan seperti serangga yang dapat digunakan sebagai substitusi pakan secara alami.

Selain itu, kolam tanah untuk ternak ikan nila juga kerap kali dipilih karena tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pembuatannya. Meskipun begitu, karena terbuat dari tanah, pembuatan kolam budi daya ikan nila ini akan membutuhkan waktu yang lama dan didukung oleh kondisi cuaca yang baik. Setelah menggali sesuai dengan luas dan kedalaman yang dibutuhkan, kamu perlu mendiamkan tanah tersebut mengering selama 3 hingga 7 hari. Waktu pengisian air kolam pun memakan waktu selama 3 hingga sampai 5 hari dengan ketinggian mulai dari 65 hingga 75 sentimeter.

Kamu juga wajib menjaga tingkat kebersihan dan kesehatan kolam, menguras serta mencangkul ulang kolam tanah sedalam 10 sentimeter dan membersihkan sampah, kerikil, serta kotoran berkat sisa pakan yang tidak habis termakan yang dapat menyebabkan air kolam jadi bau. Jangan lupa untuk rutin memerhatikan tingkat keasaman dari air kolam. Pastikan air di dalam kolam memiliki tingkatan pH pada kisaran 7 hingga 8.

3. Cara menebar benih ikan nila
Begini 5 Tahap Budi Daya Ikan Nila Biar Cuan 

Setelah kolam sudah siap, tahapan selanjutnya dalam memulai budi daya ikan nila adalah menebar benih ikan ke dalam kolam ternak yang telah dipersiapkan.

Sebelum kamu mulai menebar benih ke dalam kolam ternak, biarkan benih untuk beradaptasi dengan kondisi dari air kolam tersebut. Caranya dengan mempersiapkan ember yang berisi air kolam untuk diisi benih. Tunggu hingga beberapa jam sebelum kamu mulai melakukan proses transfer benih ke dalam kolam ternak.

Hal ini dianjurkan untuk dilakukan agar benih ikan bisa beradaptasi dengan kondisi air kolam dan menekan risiko kematian karena gagal berkembang. Sebagai catatan, untuk kolam ternak dengan ketinggian air 76 sentimeter, pastikan bahwa kamu tidak menebar benih lebih dari 20 ekor.

Kenapa? karena jika kamu lalai, kolam ternak tersebut akan menjadi padat saat benih mulai berkembang menjadi ikan dan akan memunculkan risiko penyakit serta kematian pada ikan nila yang sedang dibudi daya.

4. Cara merawat ikan nila
Begini 5 Tahap Budi Daya Ikan Nila Biar Cuan 

Pastikan kamu hanya memberi pakan berupa pelet yang berkualitas untuk ternak ikan nila sebanyak dua kali sehari di pagi hari dan sore hari. Pakan ikan nila yang berkualitas ini biasanya mengandung kadar protein sebesar 20 hingga 30 persen.

Selain itu, untuk mencapai hasil ternak yang baik dan berkualitas, kamu perlu memerhatikan jumlah pakan untuk ternak ikan nila. Hitungannya seperti ini: ikan nila membutuhkan jumlah pakan dengan persentase 3 persen dari bobot keseluruhannya.

Agar dapat memiliki takaran yang sesuai, setiap awal minggu kamu bisa coba untuk mengambil beberapa sampel ikan nila untuk ditimbang agar mendapatkan perhitungan persentase pakan yang ideal. Pengelolaan air kolam juga perlu diperhatikan. Pastikan kamu cek kadar oksigen dan pH di dalam kolam secara rutin.

Jika kadar oksigen menurun, kamu bisa meningkatkan volume deras aliran air agar membuat sirkulasi yang dapat membuat kadar oksigen kembali ideal. Kadar oksigen dan pH yang sesuai ini akan meminimalisasi risiko timbulnya penyakit serta hama yang berkembang di dalam kolam.

5. Tahu kapan waktu panen yang tepat
Begini 5 Tahap Budi Daya Ikan Nila Biar Cuan Ikan nila dan lele untuk berbagai kepada warga yang terdampak COVID-19 bisa diolah menjadi lauk-pauk. IDN Times/Daruwaskita

Perlu diketahui bahwa budi daya ikan nila cukup membutuhkan waktu yang relatif lama dari awal penebaran benih hingga waktunya panen. Pasalnya, ikan nila yang berkualitas harus tetap dalam keadaan sehat dan memiliki bobot dengan besaran mulai dari 300 hingga 500 gram.

Untuk mencapai target bobot tersebut, kamu perlu merawat ternak ikan nila selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan.