UEA Berkomitmen Menyalurkan Investasi Rp457T ke Indonesia

UEA Berkomitmen Menyalurkan Investasi Rp457T ke Indonesia

UEA Berkomitmen Menyalurkan Investasi Rp457T ke Indonesia – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Uni Emirat Arab (UEA) menghasilkan komitmen bisnis dan investasi senilai US$32,7 miliar atau setara Rp468 triliun (asumsi kurs Rp14.327 per US$).

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan komitmen tersebut berasal dari 19 perjanjian kerja sama yang pertukarannya dilakukan atau saat Presiden Jokowi berkunjung ke Dubai.

Menlu menjelaskan bahwa komitmen bisnis dan investasi tersebut menjadi salah satu bahasan saat Presiden Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi.

1. Sebagian besar investasi UEA akan diberikan ke BUMN
UEA Siap Gelontorkan Investasi Rp457 Triliun ke Indonesia

Erick menambahkan, dari potensi investasi 32,7 miliar dolar AS tersebut, sebanyak 18 miliar di antaranya bakal dialokasikan kepada BUMN seperti Pertamina, PLN, dan Pelindo.

Hal itu bertujuan untuk mendukung transformasi di ketiga BUMN tersebut dalam melakukan percepatan investasi, inovasi model bisnis, dan pengembangan teknologi.

Kementerian BUMN, kata Erick, telah mencanangkan sejumlah proyek besar kepada ketiga perusahaan pelat merah itu.

“Antara lain pembangunan energi terbarukan untuk Indonesia bersama PLN, revitalisasi refinery Pertamina yang akan meningkatkan kapasitas dan refineries di Indonesia, lalu pengembangan infrastruktur pelabuhan di seluruh kepulauan Indonesia melalui Pelindo dan pembangunan digital competitiveness,” ujar dia.

2. Persiapan Indonesia menyambut investasi asing

Investasi Asing, Penjajahan atau Menguntungkan? - VOA-ISLAM.COM

Oleh sebab itu, ada beberapa persiapan yang mesti dilakukan pemerintah untuk bisa menerima investasi dari UEA dan juga investor negara lainnya.

Persiapan itu penting dilakukan mengingat saat ini investor atau pemerintahan asing lainnya mulai meminati dan siap berkomitmen dalam jumlah yang besar di Indonesia.

“Melihat minat dan komitmen besar sejumlah investor global dan negara ke Indonesia harus dijawab dengan mempersiapkan SDM kita, sebagai human capital sehingga investasi dana dan modal ini bisa mencapai sasaran. Kita juga harus membenahi biaya logistik kita yang masih tinggi,” ucap Erick.

3. UEA sering bekerja sama dengan Indonesia
UEA dan Indonesia Jalin Sejumlah Kerjasama Bilateral

Komitmen penyaluran investasi hingga 32,7 miliar dolar AS tersebut bukan hal baru bagi UEA. Hal itu disebabkan UEA telah berulang kali melakukan kerja sama di berbagai sektor di Indonesia.

Di bidang energi, kerja sama antara PT PLN dan Pertamina terjalin dengan dua BUMN milik pemerintah UEA, yakni Masdar dan Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc).

Lalu, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) juga telah berkomitmen melakukan investasi ke Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelolaan Investasi (LPI).

Retno memerinci, komitmen bisnis dan investasi tersebut antara lain kerja sama antara Indonesia Investment Authority (INA) dengan Abu Dhabi Growth Fund (ADG), INA dan DB World, floating solar panel antara Masdar dan Pertamina, refinery Balikpapan, manufaktur dan distribusi vaksin dan bio product.

Selain itu juga berbagai kesepakatan G42 dengan mitra di Indonesia, antara lain di bidang smart cities, telekomunikasi, pengembangan laboratorium genomic, dan lain sebagainya. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa Indonesia akan memberikan karpet merah bagi semua negara untuk melakukan realisasi investasi di Indonesia dan tidak hanya condong kepada satu negara.