Tips Cara Membedakan Enam Jenis Daging Saat Lagi Belanja

Tips Cara Membedakan Enam Jenis Daging Saat Lagi Belanja

Tips Cara Membedakan Enam Jenis Daging Saat Lagi Belanja – Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Pernahkah kamu disuruh ibu untuk membeli daging ke pasar tradisional? Saat di lapak penjualan daging kamu akan menemui berbagai jenis daging.

Mulai dari daging sapi, kerbau, kambing, dan lain-lain. Bingung ya untuk membedakan daging tersebut. Selain bertanya pada penjual, kamu dapat juga dengan melihat ciri dari tiap daging tersebut. Berikut Dikutip dari Live Chat Fafaslot ciri enam jenis daging ketika membeli daging di pasar tradisional.

1. Daging kerbau

Kerbau adalah binatang yang sering digunakan untuk membajak sawah. Sehingga dibandingkan dengan daging sapi daging kerbau lebih keras.

Jika kamu ingin membeli daging kerbau yang harus diperhatikan adalah, warna daging merah tua pekat cenderung agak gelap. Sedangkan serat dan tekstur dagingnya kasar, liat dan terlihat jelas.

Beberapa masyarakat senang mengolah daging kerbau karena tidak mudah hancur saat dimasak berulang-ulang, misalnya rendang.

2. Daging sapi

Daging sapi paling sering diolah menjadi makanan yang lezat seperti soto, sate, bistik, dan lain-lain.

Saat membeli daging sapi agar tidak tertukar dengan daging kerbau yang perhatikan adalah warna dagingnya merah ceri dan cerah serta terlihat segar. Selain itu tercium aroma daging segar khas bau daging sapi dan tidak menyengat. Perhatikan juga serat dagingnya halus dan ada sedikit lemak.

3. Daging kambing

Saat membeli daging kambing di pasar, sangat mudah dibedakan dengan daging yang lainnya, yaitu aroma dari daging kambing lebih menyengat atau berbau perengus.

Semakin tua usia kambing dipotong maka baunya akan lebih perengus lagi. Warna daging kambing lebih pucat dibanding daging sapi. Selain itu serat daging kambing terlihat renggang dengan tekstur lebih halus dan lembut.

4. Daging domba

Banyak yang mengira jika daging domba sama dengan daging kambing. Namun kedua daging ini ada perbedaannya. Daging domba berwarna merah muda dan banyak lemak terutama pada bagian bawah kulitnya. Serat daging domba lebih halus dan jaringannya cenderung rapat.

5. Daging babi

Pada saat lebaran kebutuhan daging meningkat dibandingkan hari biasa. Oleh sebab itu ada beberapa oknum mengganti daging sapi dengan babi. Maka kamu harus jeli membedakan antara daging sapi dan babi.

Dibandingkan dengan daging sapi, warna daging babi lebih pucat mendekati warna daging ayam. Serat dagingnya tampak pudar dan sangat renggang dibandingkan dengan serat daging sapi. Bau daging babi juga lebih amis dan khas. Lemak pada daging babi basah dan sulit dihilangkan dari kulit.

6. Daging kuda

Daging kuda banyak dikonsumsi oleh masyarakat Sulawesi Selatan khususnya daerah Jeneponto. Daging kuda diolah menjadi coto kuda dan gantala jarang atau ganja.

Warna daging kuda merah kehitaman hingga coklat. Jika lama terkena udara warna daging berubah menjadi biru kehitaman. Serabut otot halus dan panjang. Di antara serabut tersebut tidak terdapat lemak.

Bagian tubuh kuda yang berlemak, warna lemaknya adalah kuning emas dan teksturnya lembek. Daging kuda yang sudah diolah, bau dan rasanya agak manis karena banyak mengandung glikogen.

Nah, sekarang kamu sudah tahu membedakan jenis-jenis daging tersebut, ya. Dari enam jenis daging di atas, manakah yang sering dibeli dan diolah menjadi masakan apa? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar, ya.