Tips Buat Kamu yang Pertama Kali Buat Garage Sale Dirumah

Tips Buat Kamu yang Pertama Kali Buat Garage Sale Dirumah

Tips Buat Kamu yang Pertama Kali Buat Garage Sale Dirumah – Sebuah  garage sale (juga dikenal sebagai halaman penjualan , tag penjualan ,  penjualan bergerak dan dengan banyak nama lainnya) adalah acara informal untuk penjualan barang bekas oleh individu swasta, di mana penjual tidak diperlukan untuk mendapatkan izin usaha atau memungut pajak penjualan (meskipun, di beberapa yurisdiksi, izin mungkin diperlukan).

Biasanya barang dalam garage sale adalah barang yang tidak diinginkan dari rumah tangga dengan pemiliknya yang melakukan penjualan. Kondisi barang bervariasi, tetapi biasanya dapat digunakan. Beberapa barang tersebut ditawarkan untuk dijual karena pemiliknya tidak menginginkan atau membutuhkan barang tersebut untuk meminimalkan hartanya atau untuk mengumpulkan dana.

Motivasi populer untuk obral garasi adalah untuk ” pembersihan musim semi “, pindah atau mendapatkan uang tambahan. Barang-barang penjual ditampilkan kepada orang yang lewat atau mereka yang menanggapi tanda, pamflet, iklan baris, atau iklan surat kabar. Dalam beberapa kasus, stasiun televisi lokal akan menyiarkan penjualan IDN Poker Dana di saluran publik lokal.

1. Pilah barang-barang yang mau kamu jual
Buat yang Pertama Kali Bikin Garage Sale, Wajib Ikutin 7 Tips Ini

Bongkar isi lemari atau kardus kamu, dan mulai memilah barang-barang yang mau kamu jual. Kenapa harus dipilah? Karena, enggak semua barang bisa dijual kembali.

2. Cek kondisi barang
Buat yang Pertama Kali Bikin Garage Sale, Wajib Ikutin 7 Tips Ini

Cek kelayakan barang yang mau kamu jual lagi. Walaupun barang bekas, kondisi tetap harus diperhatikan. Kan mau dijual dan dibeli orang lain. Semisal sedikit berdebu, dilap pakai kain dengan sedikit air. Cek juga apakah masih bagus, sudah berjamur, berkarat atau sudah digigitin tikus. Hihihi

3. Berikan harga yang sesuai
Buat yang Pertama Kali Bikin Garage Sale, Wajib Ikutin 7 Tips Ini

Ini poin penting yang harus diperhatikan. Kita enggak mungkin memberikan harga pada barang dagangan kita selayaknya barang baru. Dan juga kita jangan memberikan harga jeblok hanya karena barang kita ‘second‘. Tipsnya, coba cari referensi harga untuk barang tersebut, lalu ambillah rentang harga disekitar harga tersebut.

4. Jual secara online dan promosikan
Buat yang Pertama Kali Bikin Garage Sale, Wajib Ikutin 7 Tips Ini

Manfaatkan media sosial yang kamu punya untuk menjual barang-barangmu, dan sekalian promosinya. Terbukti ampuh lo untuk mempercepat proses transaksi. Kamu tinggal upload, share dan jutaan orang di dunia ini udah bisa lihat barang daganganmu, deh.

5. Kalau dijual secara online, berikan Foto dan juga deskripsi jujur mengenai barang tersebut
Buat yang Pertama Kali Bikin Garage Sale, Wajib Ikutin 7 Tips Ini

Kekurangan dari jualan secara online adalah customer atau orang yang mau beli barang kita, enggak bisa melihat kondisi barang secara langsung. Itu sebabnya, kamu wajib banget buat mencantumkan sejelas dan sebenar-benarnya mengenai kondisi barang. Boleh sih sedikit memberikan nilai jual ‘lebih’ ke barang dagangan kita. Tapi jangan sampai menipu banget, ya. Hehehe

6. Coba jual offline dengan membuka lapak di tempat dan waktu yang strategis
Buat yang Pertama Kali Bikin Garage Sale, Wajib Ikutin 7 Tips Ini

Kurang puas jual lewat online? Buka saja lapak dan gelar semua dagangan kamu. Cari tempat-tempat strategis yang cocok dan dibolehkan untuk jualan. Contohnya, saat car free day mungkin? Ngejualnya enggak selalu gelar tikar gitu, lho. Kamu bisa pakai bagasi mobil kamu buat jualan.

7. Perbolehkan konsumen untuk nego alias nawar
Buat yang Pertama Kali Bikin Garage Sale, Wajib Ikutin 7 Tips Ini

perbolehkan customer untuk menawar barang daganganmu. Yang perlu kamu perhatikan adalah, perhatikan kondisi barang anda. Jika dirasa masih bisa dibeli dengan harga yang sedikit lebih tinggi, maka pertahankan. Hitung untung rugi jika customer menawar dengan harga yang ditawarkannya.

Beberapa yurisdiksi mengharuskan pemilik rumah memperoleh izin (yang mungkin memerlukan biaya), yang menyatakan tanggal penjualan akan dilakukan (dengan tunjangan jika terjadi kondisi cuaca buruk).

Yurisdiksi juga dapat membatasi penjualan, seperti jumlah penjualan dalam satu tahun yang dapat dimiliki seseorang (untuk menghindari seseorang menjalankan bisnis tanpa izin dan tanpa memungut pajak penjualan), di mana tanda-tanda dapat ditempatkan di dalam dan sekitar lingkungan, dan bahkan di mana di tempat pemilik penjualan dapat terjadi.