Tarif Listrik Diskon 50% Diperpanjang Selama PPKM Darurat

Tarif Listrik Diskon 50% Diperpanjang Selama PPKM Darurat

Tarif Listrik Diskon 50% Diperpanjang Selama PPKM Darurat – Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 58 tahun) adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memutuskan kembali memberikan diskon tarif listrik 50 persen kepada masyarakat selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Sri Mulyani adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan.

“Kami dengan adanya PPKM Darurat ini akan memperpanjang lagi diskon 50 persen untuk masyarakat pengguna daya 450VA dan 25 persen untuk 900VA,” Dilansir dari idn play mobile kata Sri Mulyani, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (2/6/2021).

1. Perpanjangan diskon hingga September
Pemerintah Perpanjang Diskon Listrik hingga September 2021 - Suara Surabaya

Sri Mulyani menambahkan, upaya pemerintah memberikan diskon tarif listrik untuk pengguna daya 450VA dan 900VA akan berlangsung hingga September. Ini berarti pemerintah menerapkan kebijakan tarif diskon selama sembilan bulan yang diperpanjang selama tiga kali.

“Memperpanjang diskon tarif listrik sampai dengan kuartal III. Jadi durasinya diperpanjang dari tiga bulan, enam bulan, dan sekarang sembilan bulan sampai dengan September,” ucap menteri yang karib disapa Ani tersebut.

Sebetulnya, kata Sri Mulyani, pemberian diskon tarif listrik tahun ini direncanakan pemerintah untuk satu kuartal saja dengan besaran diskon sama seperti 2020, yakni 100 persen untuk pelanggan 450VA dan 50 persen untuk pelanggan 900VA.

Kebijakan itu kemudian diperpanjang oleh pemerintah pada kuartal II 2021 dengan pengurangan besaran diskon menjadi 50 persen untuk pelanggan 450VA dan 25 persen untuk pelanggan 900VA

2. Pemerintah siapkan tambahan dana Rp1,9 triliun untuk diskon tarif listrik
Dear Pelanggan Listrik 1.300 VA, Jangan Berharap Ada Diskon dari PLN |  kumparan.com

Sri Mulyani menjelaskan bahwa kebijakan diskon tarif listrik selama PPKM Darurat akan diberikan kepada 32,6 juta pelanggan listrik dengan daya 450VA dan 900VA.

“Untuk itu akan dibutuhkan tambahan dana di dalam rangka meng-cover sampai dengan September sebesar Rp1,91 triliun,” katanya.

Adapun, alokasi anggaran diskon tarif listrik selama semester satu yang sudah dibayarkan hingga Juni kemarinĀ  sebesar Rp5,67 triliun.

“Dengan demikian, untuk total diskon listrik dalam membantu masyarakat, terutama kelompok menengah bawah ini sebesar Rp7,58 triliun,” ujar Sri Mulyani.

3. Perpanjangan diskon tarif listrik juga diberikan kepada kelompok usaha
Tarif Listrik Diskon 50% Selama PPKM Darurat

Pemerintah juga memperpanjang pemberian diskon tarif listrik kepada kelompok usaha untuk mengatasi rekening minimum dan biaya abonemen. Sasarannya 1,4 juta pelanggan. “Ini juga diperpanjang dari yang seharusnya selesai Juni, hingga September,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah dalam hal tersebut akan menanggung rekening abonemen, terutama bagi pelanggan industri dan sosial. “Tadinya hanya satu kuartal, kemudian kita perpanjang hingga kuartal ketiga meskipun dalam hal ini diskonnya diturunkan, dari tadinya 100 persen sekarang 50 persen ditanggung pemerintah,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani kemudian menganggarkan tambahan Rp420 miliar untuk memperpanjang diskon tarif listrik.

“Untuk semester satu, sudah meng-cover Rp1,27 triliun dan sekarang untuk perpanjangan hingga kuartal III adalah Rp420 miliar sehingga total anggaran industri dan sosial dalam hal biaya abonemen adalah sebesar Rp1,69 triliun,” katanya.