Sumber Daya Pendapatan Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

Sumber Daya Pendapatan Afghanistan Telah Dikuasai Taliban

Sumber Daya Pendapatan Afghanistan Telah Dikuasai Taliban – Operasi militer Taliban membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dikutip dari VOA, Taliban diprediksi mampu menghasilkan US$300 juta-US$1,6 miliar per tahunnya. Jatuhnya Afghanistan dengan cepat ke tangan kelompok Taliban telah memicu krisis kemanusiaan. Ribuan orang mencoba melarikan diri dari negara itu.

Operasi militer yang digencarkan Taliban membutuhkan dana yang tidak sedikit meski tidak diketahui secara pasti besaran dana namun dikutip VOA, Taliban diprediksi mampu menghasilkan US$300 juta hingga US$1,6 miliar per tahunnya. AP Photo/Rahmat Gul. Kemenangan Taliban ini juga memunculkan pertanyaan baru mengenai kekayaan mineral besar Afghanistan yang belum dimanfaatkan.

Sumber daya tersebut diyakini dapat mengubah prospek ekonomi Afghanistan, Dirangkum dari Deposit IDN Poker77 yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia, jika dikembangkan.

1. Afghanistan kaya dengan logam mulia dan sumber daya berharga yang dibutuhkan dunia
Bukan Cuma Negara, Taliban Kuasai Harta Afghanistan 1 Triliun Dolar

Pada 2010, pejabat militer dan ahli geologi Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, negara yang terletak di persimpangan Asia Tengah dan Selatan ini memiliki cadangan mineral senilai hampir 1 triliun dolar AS atau sekitar Rp14.500 triliun.

Pasokan mineral seperti besi, tembaga, dan emas itu tersebar di seluruh provinsi. Ada juga mineral tanah jarang (rare earth), dan juga diyakini memiliki salah satu cadangan lithium terbesar di dunia.

“Afghanistan tentu saja merupakan salah satu daerah yang kaya akan logam mulia tradisional, tetapi juga logam [yang dibutuhkan] untuk ekonomi yang muncul di abad ke-21,” kata Rod Schoonover, seorang ilmuwan dan pakar keamanan yang mendirikan Ecological Futures Group.

2. Banyak negara berminat olah sumber daya alam Afghanistan
Bukan Cuma Negara, Taliban Kuasai Harta Afghanistan 1 Triliun Dolar

Meski diyakini memiliki cadangan mineral besar, negara ini memiliki tantangan untuk memanfaatkan sumber daya alamnya (SDA) tersebut. Tantangan terbesar yakni masalah keamanan, kurangnya infrastruktur, dan kekeringan parah yang telah mencegah ekstraksi mineral paling berharga terjadi di masa lalu.

Semua tantangan ini dipercaya tidak akan dapat diatasi dengan cepat di bawah kendali Taliban. Namun, ada minat dari negara-negara termasuk Tiongkok, Pakistan, dan India, yang mungkin mencoba untuk terlibat meskipun mungkin akan menimbulkan kekacauan.

“Ini tanda tanya besar,” kata Schoonover, menurut CNN, Kamis (19/8/2021).

3. Ekonomi Afghanistan suram
Bukan Cuma Negara, Taliban Kuasai Harta Afghanistan 1 Triliun Dolar

Meski kaya, tapi prospek ekonomi Afghanistan begitu suram. Bahkan sebelum Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa dia akan menarik pasukan AS dari Afghanistan awal tahun ini, yang ternyata menjadi jalan untuk Taliban kembali berkuasa.

Menurut laporan dari US Congressional Research Service yang diterbitkan Juni, pada 2020 diperkirakan 90 persen orang Afghanistan hidup di bawah tingkat kemiskinan yang ditentukan pemerintah dengan pengeluaran sebesar 2 dolar AS per hari.

“Pengembangan dan diversifikasi sektor swasta dibatasi oleh ketidakamanan, ketidakstabilan politik, institusi yang lemah, infrastruktur yang tidak memadai, korupsi yang meluas, dan lingkungan bisnis yang sulit,” kata lembaga itu pada Maret.

4. Potensi besar Afghanistan
Bukan Cuma Negara, Taliban Kuasai Harta Afghanistan 1 Triliun Dolar

Sementara itu, permintaan logam seperti lithium dan kobalt, serta elemen tanah jarang seperti neodymium, melonjak ketika berbagai negara mencoba beralih ke mobil listrik dan teknologi bersih lainnya untuk memangkas emisi karbon.

Pemerintah AS dilaporkan telah memperkirakan bahwa deposit lithium di Afghanistan dapat menyaingi yang ada di Bolivia, rumah bagi cadangan terbesar yang diketahui di dunia.

“Jika Afghanistan dalam beberapa tahun tenang, memungkinkan pengembangan sumber daya mineralnya, itu bisa menjadi salah satu negara terkaya di kawasan itu dalam satu dekade,” kata Mirzad dari Survei Geologi AS kepada majalah Science pada 2010. Dia memimpin Survei Geologi Afghanistan hingga 1979.

5. Lebih banyak rintangan
Bukan Cuma Negara, Taliban Kuasai Harta Afghanistan 1 Triliun Dolar

Namun, ketenangan itu tidak pernah tiba, dan sebagian besar kekayaan mineral Afghanistan tetap berada di dalam tanah, kata Mosin Khan, seorang rekan senior nonresiden di Dewan Atlantik dan mantan direktur Timur Tengah dan Asia Tengah di Dana Moneter Internasional (IMF).

Saat ini, Afghanistan hanya menghasilkan 1 miliar dolar AS mineral per tahun, menurut Khan. Dia memperkirakan bahwa 30 persen hingga 40 persennya telah disedot oleh korupsi, serta oleh panglima perang dan Taliban, yang telah memimpin proyek pertambangan kecil.

Namun, ada kemungkinan Taliban menggunakan kekuatan barunya untuk mengembangkan sektor pertambangan, kata Schoonover.