Strategi Pengembangan UMKM Dijelaskan ke Forum Internasional

Strategi Pengembangan UMKM Dijelaskan ke Forum Internasional

Strategi Pengembangan UMKM Dijelaskan ke Forum Internasional – The  United Nations Global Compact adalah tidak mengikat PBB pakta untuk mendorong bisnis dan perusahaan di seluruh dunia untuk mengadopsi berkelanjutan dan tanggung jawab sosial kebijakan, dan untuk melaporkan pelaksanaannya. UN Global Compact adalah kerangka kerja berbasis prinsip untuk bisnis, yang menyatakan sepuluh prinsip di bidang hak asasi manusia , tenaga kerja , lingkungan, dan anti-korupsi.

Di bawah Global Compact, perusahaan disatukan dengan badan-badan PBB, kelompok buruh dan masyarakat sipil. Kota dapat bergabung dengan Global Compact melalui Program Kota. Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto menjadi pembicara dalam forum internasional UN Global Compact Leaders Summit 2021 yang berlangsung secara daring.

Dalam sesi Strategic Partnership for Sustainable SMEs, Amam menjelaskan bahwa pihaknya aktif terlibat langsung dalam hal Poker77 mengedukasi pelaku UMKM baik dari sisi penyiapan produk, pengemasan, pembukuan, hingga mendorong pemanfaatan kemajuan teknologi informasi. “Mengedukasi terkait cara kerja digitalisasi, cara menggunakan produk digital, sekaligus mendorong UMKM lebih aktif menggunakan produk digital milik bank dalam transaksi bisnis sehari-hari,” jelas Amam.

1. Aktif mengedukasi UMKM
BRI Jelaskan Strategi Pengembangan UMKM di Forum Internasional

BRI, lanjut Amam, juga memperkenalkan berbagai platform online kepada pelaku UMKM termasuk mempromosikan sekaligus memperdagangkan produk mereka. Menurutnya, hal tersebut bertujuan mendorong tindakan inovatif dalam pemasaran produk melalui e-commerce.

Selain itu, BRI juga mengambil peran dalam memberdayakan UMKM. Salah satunya dengan mengarahkan pelaku UMKM untuk berpartisipasi di pasar global melalui kegiatan business matching yang diadakan BRI setiap tahun dengan nama BRI Brilian Preuneur.

“Kami menyadari bahwa BRI tidak dapat mengembangkan dan menumbuhkan UMKM dengan sendirinya. Kami perlu berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah Indonesia, anggota DPR, badan regulasi, lembaga internasional, korporasi, dan sebagainya,” ujarnya.

2. Transformasi proses bisnis
BRI Jelaskan Strategi Pengembangan UMKM di Forum Internasional

Di sisi lain, pemerintah menargetkan adanya peningkatan pembiayaan secara bertahap bagi UMKM. Portofolio kredit UMKM di industri perbankan diproyeksikan meningkat dari 20 persen pada 2020, menjadi 30 persen pada 2024.

Menanggapi hal tersebut, Amam justru melihat ada peluang besar yang dapat diperoleh BRI dengan memanfaatkan keunggulan kompetitif di segmen mikro. Perlu diketahui, sebelumnya BRI sudah masuk ke pasar yang lebih bawah, yaitu ultramikro.

Untuk pengembangan ultramikro, strategi yang diambil BRI adalah dengan menerapkan kredit yang lebih kecil hingga Rp10 juta. Selain itu memberikan tenor pendek serta layanan yang lebih efisien dan cepat. Agar berjalan optimal, Amam menilai digitalisasi penting dilakukan.

“Kami terus berusaha untuk mentransformasikan proses bisnis kami untuk menciptakan model bisnis baru. Kami tahu bahwa digital hanyalah alat, pada saat yang sama, kami juga perlu mengubah cara kami melakukan bisnis, oleh karena itu transformasi budaya juga harus dilakukan secara bersamaan,” paparnya.

3. Kontribusi kredit UMKM mengalami peningkatan
BRI Jelaskan Strategi Pengembangan UMKM di Forum Internasional

Sebagai gambaran, catatan penyaluran kredit BRI sepanjang kuartal I/2021 sebesar Rp914,19 triliun dengan porsi kredit UMKM mencapai 80,6 persen dari total portofolio kredit BRI tersebut. Kontribusi kredit segmen UMKM mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 78,31 persen.

“Perseroan memperkirakan, pada rentang 2020 hingga 2025 terdapat lebih dari 45 juta  usaha mikro potensial yang siap menyerap kredit. Dari jumlah tersebut, sekitar 22 juta usaha mikro di antaranya diperkirakan menyerap kredit usaha rakyat mikro,” jelasnya.

UN Global Compact adalah inisiatif keberlanjutan perusahaan ( alias tanggung jawab sosial perusahaan) terbesar di dunia dengan 13.000 peserta perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya di 170 negara dengan dua tujuan: “Mengarusutamakan sepuluh prinsip dalam kegiatan bisnis di seluruh dunia” dan “Mengkatalisasi tindakan dalam mendukung tujuan PBB yang lebih luas, seperti Millennium Development Goals (MDGs) dan Sustainable Development Goals (SDGs) ”. Ke depan, UN Global Compact dan para penandatangannya sangat tertarik dan antusias untuk mendukung upaya menuju SDGs.