PT Bukalapak.com Mencatat Kerugian Sebesar Rp766,23 miliar

PT Bukalapak.com Mencatat Kerugian Sebesar Rp766,23 miliar

PT Bukalapak.com Mencatat Kerugian Sebesar Rp766,23 miliar – Bukalapak merupakan salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia. Dari pemilik brand shopping lokal melalui grup kepemilikannya yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid pada tahun 2010. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masih mencatat kerugian di semester I-2021.

Bukalapak awalnya merupakan toko daring yang memungkinkan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk merambah ke dunia maya. Startup unicorn pertama di Indonesia yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) itu mencatat rugi bersih Rp766,23 miliar pada semester I-2021.

Meski begitu, berdasarkan laporan keuangan BUKA pada semester I-2021 yang diperoleh dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), total rugi bersih tersebut menurun dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar Rp1,02 triliun.

1. Pendapatan naik 34,67 persen
Masih Merugi, Saham Bukalapak Langsung Anjlok 5,82 Persen | Limapagi

Di sisi lain, BUKA juga mencatat kenaikan pendapatan neto pada 6 bulan pertama di 2021 ini. Adapun pendapatan neto perusahaan pada semester I-2021 sebesar Rp863,62 miliar, naik 34,67 persen dibandingkan pendapatan neto pada semester I-2020 yang sebesar Rp641,28 miliar.

Namun, beban pokok pendapatan naik sebesar 69,92 persen, dari Rp69,47 miliar pada semester I-2020, menjadi Rp118,05 miliar pada semester I-2021. Tak hanya itu, beban penjualan dan pemasaran juga naik 14,64 persen, dari Rp769,13 miliar pada semester I-2020, menjadi Rp881,73 miliar pada semester I-2021.

Meski begitu, perusahaan berhasil menekan beban umum dan administrasi dari Rp850,94 miliar menjadi Rp659,09 miliar, atau turun 22,54 persen.

2. Aset Bukalapak naik 55,91 persen

Mau IPO, Bukalapak Gelar Public Expose Hari Ini

Total aset Bukalapak hingga semester I-2021 ini mengalami kenaikan yang cukup fantastis, yakni mencapai 55,91 persen. Perusahaan mencatat posisi aset pada akhir 2020 sebesar Rp2,59 triliun, lalu naik menjadi Rp4,04 triliun di akhir Juni 2021.

Namun, perusahaan juga mencatat kenaikan pada liabilitas sebesar 4,26 persen, dari Rp985,82 miliar pada akhir 2020, menjadi Rp1,02 triliun pada akhir Juni 2021 lalu.

3. Transaksi di Bukalapak naik
Transaksi Bahan Pokok di Lapak Cari Sayur Bukalapak Naik 3 Kali Lipat -  Tekno Liputan6.com

Di sisi lain, perusahaan mencatat Total Processing Value (TPV) selama semester I-2021 tumbuh 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan keterangan resmi Bukalapak, pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15 persen, dan kenaikan sebesar 34 persen pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang semester I-2020 sampai dengan semester I-2021.