Lima Teknik Marketing McDonald’s yang Buat Kamu Pesan Terus

Lima Teknik Marketing McDonald’s yang Buat Kamu Pesan Terus

Lima Teknik Marketing McDonald’s yang Buat Kamu Pesan Terus – McDonald’s Corporation adalah perusahaan makanan cepat saji Amerika, yang didirikan pada tahun 1940 sebagai restoran yang dioperasikan oleh Richard dan Maurice McDonald, di San Bernardino, California, McDonald’s merupakan salah satu restoran fast food asal Amerika Serikat yang menjadi pionir dalam industri makanan cepat saji seperti yang kita kenal sekarang.

Restoran yang telah berdiri lebih dari setengah abad ini telah memiliki 39.000 cabang dan dapat dijumpai di 100 negara di seluruh dunia. Dalam sehari rata-rata restoran McDonald’s melayani 38 juta konsumen. Sebagai raksasa franchise makanan yang telah melayani kosumen bertahun-tahun.

McDonald’s paham betul bagaimana cara menarik perhatian konsumen. Banyak konsep ide marketing fast food lahir dari McDonald’s. Para pembaca setidaknya pasti pernah makan di McDonald’s, lantas apakah kalian tahu apa saja trik-trik marketing McDonald’s supaya kalian membelinya? Lebih lanjut, berikut lima teknik marketing McDonald’s yang bikin kamu pesan lagi dan lagi.

1. Foto makanan pada menu memiliki ukuran yang besar dibandingkan tulisannya
5 Teknik Marketing McDonald's yang Bikin Kamu Pesan Lagi dan Lagi

Saat berjalan menuju ke meja pemesaan, pandangan mata kalian pasti langsung tertuju pada foto-foto makanan yang terpampang di menu. Tidak hanya di papan menu, banyak sekali foto makanan yang dipamerkan sekitar area restoran. Di papan pemesanan sering kali foto makanan dalam menu selalu dibuat lebih besar daripada tulisannya. Makanan-makanan unggulan biasanya diperlihatkan memiliki foto yang lebih besar dari menu lain.

Hal tersebut dilakukan bukan tanpa tujuan. Kegunaan memasang foto tersebut merupakan salah satu cara restoran untuk menggugah selera konsumen sehingga keinginan mereka untuk membeli semakin kuat.

Hal tersebut sudah teruji secara ilmiah dimana otak kita akan lebih gampang untuk menerima gambar dan membayangkan makanan tersebut ketimbang tulisan. Konsumen juga akan lebih tertarik untuk masuk ke restoran jika ia tahu apa yang ia dapatkan.

2. Menanyakan tambahan makanan menggunakan trik psikologi
5 Teknik Marketing McDonald's yang Bikin Kamu Pesan Lagi dan Lagi

Jika melihat foto makanan tidak cukup berhasil untuk membuat anda tergoda untuk menghabiskan banyak uang di McDonald’s, selamat anda baru saja melewati tahap pertama. Restoran fast food biasanya akan melakukan berbagai cara agar konsumennya membeli barang lebih banyak. Salah satunya adalah tambahan-tambahan menu yang sebenarnya tidak diperlukan.

Saat memesan makanan pasti kalian sering di tawarkan makanan tambahan seperti es krim, meningkatkan ukuran kentang goreng atau menu sampingan lainnya. Pertanyaan-pertanyan sederhana tersebut merupakan salah satu cara yang sering dilakukan. Walaupun terdengar sepele, namun trik tersebut biasanya berhasil untuk membuat konsumen membeli lebih banyak.

Secara ilmiah trik marketing tersebut memanfaatkan psikologi konsumen untukĀ  mempertanyakan kembali apa yang sedang konsumen pesan. Sebuah penelitian yang dilakukan di Eastern Illinois University menyebutkan bahwa sebesar 85 persen konsumen akan memesan lebih banyak jika ditanya secara langsung. Seseorang akan cenderung lebih sulit untuk mengatakan tidak pada sebuah tawaran di situasi tertentu.

3. Minuman lebih menguntungkan ketimbang makanan
5 Teknik Marketing McDonald's yang Bikin Kamu Pesan Lagi dan Lagi

Jika kalian berpikir keuntungan restoran fast food terletak pada makanannya, maka kalian salah besar. Nyatanya penjualan makanan seperti burger, ayam dan menu lainnya hanya menyumbang sedikit keuntungan. Keuntungan terbesar justru didapat dari penjualan minuman. Harga dari minuman yang ditawarkan mungkin tidak lebih mahal dari makanannya tapi minuman memberikan margin profit yang lebih besar.

Margin profit merupakan selisih antara nilai penjualan setelah dikurangi semua biaya modal jumlah penjualan. Minuman ringan memberikan margin profit hingga 90 persen. Pada makanan biasanya restoran hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit, bahkan terkadang mengalami kerugian.