Lathifah Berhasil dari Bisnis Kain Gendongan Bayi

Lathifah Berhasil dari Bisnis Kain Gendongan Bayi

Lathifah Berhasil dari Bisnis Kain Gendongan Bayi – Usaha atau kerja (dilambangkan dengan W dari Bahasa Inggris Work) adalah energi yang disalurkan gaya ke sebuah benda sehingga benda tersebut bergerak. Ide kreatif memulai usaha bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Salah satunya seperti yang dialami Lathifah Amaturrahman.

Perempuan yang sebelumnya Dilansir dari Live Chat Live22 berprofesi sebagai presenter televisi itu sukses mengembangkan bisnis gendongan bayi dengan brand “bayiku”.

1. Berawal dari pengalaman tak mengenakkan
Proses pemotongan bahan baku untuk gendongan bayi agar lebih presisi. IDN Times/Alfi Ramadana

Awal berdirinya bisnis gendongan bayi ini sebenarnya bukanlah sebuah kesengajaan. Melainkan karena memang kebutuhan.

Thiva sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ide bisnis ini sebenarnya berawal dari pengalaman tidak mengenakkan yang ia alami. Kala itu, anaknya yang masih balita terjatuh dari gendongan yang umum saat ini ditemukan di pasaran. Belajar dari pengalaman itu, dirinya mencoba membuat sendiri gendongan yang aman untuk bayi dengan melakukan riset terlebih dahulu sekitar tahun 2017.

“Setelah melakukan riset dan mencoba akhirnya jadilah satu gendongan bayi yang aman dan nyaman. Saya gunakan sendiri awalnya,” urainya Rabu (26/5/2021).

2. Banyak diminati oleh pasar
Proses pengerjaan menjahit produk gendongan sesuai desain yang disiapkan. IDN Times/Alfi Ramadana

Setelah sukses membuat satu gendongan sendiri untuk anaknya, ternyata banyak orang tertarik pada produk yang ia buat itu. Karena menurut orang-orang itu, gendongan yang ia buat benar-benar memberikan kenyamanan pada balita saat digendong. Lalu, Thiva memberanikan diri mulai membuka usaha itu dan terus berkembang hingga kini.

“Awalnya teman-teman saya banyak yang suka dan minta dibuatkan. Akhirnya kami coba kembangkan sendiri dan ditawarkan ke beberapa tempat termasuk ke salah satu toko perlengkapan bayi paling lengkap di Malang. Hasilnya luar biasa, 50 produk pertama yang kami masukkan ke toko tersebut ludes hanya dalam dua hari,” tambahnya.

3. Miliki empat produk unggulan
Proses pengecekan kualitas barang produksi sebelum dijual ke pasaran. IDN Times/Alfi Ramadana

Sampai saat ini, gendongan bayi prooduksi Bayiku sudah memiliki empat produk unggulan yakni  2 in 1 instant baby wrap, Eco Baby Pouch, Activa Baby Carrier dan Geos Premium Baby Pouch. Setiap produk juga didesain sesuai dengan standar yang dibutuhkan bayi. Gendongan juga dibuat seaman dan senyaman mungkin untuk bayi dan sesuai standar yang ditetapkan agar pertumbuhan bayi tidak terhambat.

“Gendongan standar itu yang ergonomis. Desain, bahan dan model gendongan dibuat tidak hanya agar bayi merasa nyaman, tetapi juga untuk yang menggendong. Kami juga memperhatikan detail dari tiap part bahan yang digunakan untuk gendongan,” jelasnya.

4. Harga terjangkau untuk semua kalangan
Proses pengerjaan detail accessories untuk gendongan untuk bayi. IDN Times/Alfi Ramadana

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Thiva menjelaskan bahwa produk buatannya dibanderol mulai harga Rp50 ribu untuk model Eco Baby Pouch dan yang paling mahal adalah Rp275 ribu untuk model Activa Baby Carrier. Kapasitas produksi dari Bayiku sendiri saat ini sudah cukup besar. Setiap bulannya indutri yang sudah masuk kategori menengah itu mampu memproduksi sekitar 2400 buah gendongan bayi model Activa Baby Carrier. Bila ditotal, dia mampu memproduksi sekitar 4000 buah untuk semua model gendongan.

“Produk kami ini juga sudah melewati uji laboratorium untuk ketahanan, kekuatan dan keamanan. Jadi produk kami aman untuk bayi,” katanya.

5. Sudah termbus pasar ekspor
Seorang pembeli tengah melihat-lihat produk gendongan bayi produksi Bayiku. IDN Times/Alfi Ramadana

Saat ini produk gendongan Bayiku sendiri sudah dijual hingga seluruh Indonesia. Bahkan beberapa kali produk buatan Kota Malang itu sudah merambah pasar ekspor ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussala dan Belanda.

Namun demikian, untuk bisa mendapatkan produk Bayiku, Thiva menyebut bahwa konsumen harus melakukan preorder terlebih dahulu. “Jadi produk yang saat ini kami kerjakan ini adalah preorder yang masuk dua bulan lalu,” tandasnya.