Inilah Perbedaan Pendapatan Antara Pajak dengan Bea Cukai

Inilah Perbedaan Pendapatan Antara Pajak dengan Bea Cukai

Inilah Perbedaan Pendapatan Antara Pajak dengan Bea Cukai – Pajak (adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dalam konteks kehidupan bernegara, untuk menjalankan pemerintahan dan pembangunan di setiap sektor dibutuhkan adanya dana atau pendapatan negara.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (disingkat DJBC atau bea cukai) adalah nama dari sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai. Biasanya pendapatan ini diperoleh negara dari pajak dan bea cukai. Oleh karenanya tidak mengherankan jika pemerintah suatu negara terus berupaya untuk membuat warganya menjadi taat pajak.

Meski sama-sama dimengerti sumber pendapatan negara dan sering terdengar di telinga, Dikutip dari Deposit IDN Poker77 namun ternyata kedua istilah ini memiliki banyak perbedaan. Berikut adalah penjelasannya.

1. Perbedaan pengertian pajak dan bea cukai
Tahukah Anda Bagaimana Perbedaan Pajak dan Bea Cukai? - FlazzTax

Pajak merupakan iuran wajib yang dibebankan oleh negara kepada rakyat, baik orang pribadi maupun badan yang sifatnya memaksa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Atas kewajiban ini, rakyat tidak memperoleh imbalan secara langsung, karena pajak yang dibayarkan dimanfaatkan untuk membiayai belanja atau keperluan negara dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sementara itu bea cukai bukanlah suatu frasa yang memiliki makna tunggal, melainkan dua kata yang masing-masing memiliki makna yang berbeda.

Oleh karenanya, barang-barang yang dikenai cukai, peredaran dan tingkat konsumsinya perlu dikendalikan dan diawasi. Beberapa jenis barang yang dikenai cukai adalah rokok, minuman keras, tembakau, dan bensin.

2. Perbedaan antara pajak dengan bea cukai
Pajak dan Bea Cukai. Apa Perbedaanya? - Pikiran Trader

Sebagai pungutan resmi yang dikenakan oleh negara, pajak, bea dan cukai memiliki keterkaitan satu sama lain. Meskipun demikian, ketiga jenis pungutan tersebut memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan pertama yaitu terletak pada sifat pungutan.

Sementara bea dan cukai merupakan pungutan resmi yang sifatnya sesuai kebijakan. Untuk bea, subjek pemungutan tidaklah mencakup seluruh rakyat, tetapi hanya orang pribadi atau badan yang berkepentingan dalam kegiatan impor dan ekspor saja.

Sementara untuk cukai, subjek pemungutan juga hanya pihak-pihak tertentu saja, yakni orang pribadi atau badan yang mengonsumsi atau memanfaatkan barang-barang yang dikenai cukai seperti konsumen rokok, minuman keras, bensin, dan lainnya.

3. Memiliki lembaga pemungut dan pengelola yang berbeda
Blog Kang Dana: Jenis Pajak Berdasarkan Pumungutnya

Meski sama-sama sebagai sumber pendapatan negara, namun pajak, bea dan cukai merupakan pos-pos yang berbeda. Sebab itu, lembaga pemungut dan pengelolanya juga berbeda.

Pemungut dan pengelola pajak digolongkan menjadi dua, yakni pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak, dan pemerintah daerah baik kota/kabupaten maupun provinsi melalui Dinas Pendapatan Daerah.

Meski di setiap daerah terdapat Kantor Bea dan Cukai sebagai perwakilan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi bea dan cukai di daerah, namun pemungutan dan pengelolaan dana tetap dilakukan secara terpusat, bukan per daerah.

4. Perbedaan perhitungan tarif
트위터의 Bravo Bea Cukai 님: "Hai Kak, berikut kami sampaikan cara perhitungan pembayaran pajak barang kiriman untuk jenis barang Alas kaki ya. ^Ael… https://t.co/jm9sYowIKG"

Dalam ketentuan perundang-undangan perpajakan telah diatur tentang proporsi besaran pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak baik orang pribadi maupun badan. Meski demikian, perhitungan tarif pajak dan penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak dilakukan oleh masing-masing wajib pajak, terutama untuk jenis pajak penghasilan. Setiap wajib pajak berkewajiban melaporkan penghasilan atau harta kekayaan yang menjadi objek pajak.

Sementara perhitungan tarif bea dan cukai dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini, orang pribadi atau perusahaan yang melakukan impor atau ekspor membuat dokumen pemberitahuan kepada pihak bea dan cukai mengenai barang yang akan diimpor atau diekspor. Dokumen ini disebut dengan Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

Cukai yang telah dibayarkan perusahaan selanjutnya dibebankan kepada konsumen yang mengonsumsi produk rokok tersebut.

5. Perbedaan waktu jatuh tempo pembayaran
Sama-sama Penting untuk Negara, Ini Bedanya Pajak dan Bea Cukai

Perbedaan pajak dengan bea cukai juga terletak pada jatuh tempo pembayaran. Pembayaran pajak jatuh tempo pada tahun fiskal.

Tahun fiskal yaitu jangka waktu selama dua belas bulan berturut-turut yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan dan penutupan buku suatu badan usaha. Awal tahun fiskal tak selalu sama dengan tahun kalender.

Pada bea, pembayaran dilakukan setiap kali orang pribadi atau perusahaan akan mengimpor atau mengekspor barang. Selama bea baik masuk maupun keluar masih terutang, maka otoritas bea dan cukai tidak akan meloloskan barang baik yang impor maupun ekspor.