Inilah Ciri-ciri Kamu Tidak Cocok Jadi Seorang Pegawai Biasa

Inilah Ciri-ciri Kamu Tidak Cocok Jadi Seorang Pegawai Biasa

Inilah Ciri-ciri Kamu Tidak Cocok Jadi Seorang Pegawai Biasa – Buruh,  pekerja, tenaga kerja atau karyawan pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan baik berupa uang maupun bentuk lainnya kepada Pemberi Kerja atau pengusaha atau majikan.

Preferensi orang memang beda-beda. Gak cuma dalam hal makanan, misalnya saja tim bubur diaduk dan dipisah, tapi juga dalam hal pemilihan karier.

Ada sebagian orang yang lebih nyaman menjadi karyawan, ada pula yang lebih senang jadi pengusaha meski risikonya besar. Nah, di bawah ini ada beberapa IDN Poker Dana tanda kalau kamu sebenarnya gak bakat jadi karyawan, dan lebih cocok jadi entrepreneur muda.

1. Kamu selalu penuh dengan ide-ide segar
5 Tanda Kamu Gak Bakat Jadi Karyawan, Lebih Cocok Pengusaha!

Salah satu hal yang kerap membuat kamu tertekan ketika memaksakan diri jadi karyawan, adalah gak bisa mengekspresikan ide-ide segar yang selalu muncul di kepalamu. Karena kamu pun sadar diri, tempatmu bekerja itu bukan perusahaan milik pribadi.

Jadi, meski idemu itu nyentrik dan out of the box, tapi gak bisa langsung diaplikasikan begitu saja. Harus mendapat persetujuan dulu dari banyak orang.

2. Kamu gak begitu nyaman dengan aturan
5 Tanda Kamu Gak Bakat Jadi Karyawan, Lebih Cocok Pengusaha!

Kamu tipe orang yang lebih suka kepraktisan. Harus mematuhi aturan untuk selalu berpakaian formal tiap hari, membuatmu seperti terkekang. Bukannya kamu tipe berantakan, hanya saja, kamu lebih suka berpakaian yang praktis-praktis saja.

Begitu pula dengan birokrasi. Sering kali, ini membuatmu jadi frustrasi. Harus melewati birokrasi yang rumit, karena memang peraturannya seperti itu. Rasanya ingin sekali kamu ubah supaya bisa lebih efisien, namun kamu bukanlah pengambil kebijakan, jadi gak bisa seenaknya. Kecuali kamu sendiri yang punya perusahaan.

3. Kamu gak gitu nyaman diperintah-perintah
5 Tanda Kamu Gak Bakat Jadi Karyawan, Lebih Cocok Pengusaha!

Saat jadi karyawan, umumnya dituntut untuk melakukan apa yang memang sudah jadi tugasnya. Dan tentu, wajib mengikuti hierarki dalam perusahaan. Meski kamu ingin B, tapi atasannya bilang A, ya harus kamu lakukan sesuai perintah atasan. Dan ini, yang kerap bikin kamu gak merasa betah. Harus selalu mengikuti kemauan atasan.

Sementara kalau punya perusahaan sendiri, kamu bisa menyesuaikan jalannya perusahaan sesuai yang kamu inginkan. Tentunya, sudah melalui pertimbangan yang matang.

4. Jeli melihat kesempatan
5 Tanda Kamu Gak Bakat Jadi Karyawan, Lebih Cocok Pengusaha!

Kadang yang bikin kamu gregetan, adalah ketika melihat ada kesempatan besar yang harusnya diambil, tapi akhirnya terlewat begitu saja karena tak disetujui perusahaan. Padahal kamu yakin sekali, kalau itu akan menguntungkan perusahaan. Sayangnya, perusahaan gak mau ambil risiko.

Keberanian mengambil risiko, merupakan salah satu hal yang mesti ada kalau ingin jadi seorang pengusaha. Karena kalau takut ambil risiko, bisnis gak akan pernah bisa berkembang. Kalau pun telah sukses, akan mudah terlena dalam zona nyaman.

5. Mampu bekerja keras ketika sudah sesuai dengan passion-mu
5 Tanda Kamu Gak Bakat Jadi Karyawan, Lebih Cocok Pengusaha!

Menjadi seorang pengusaha sukses gak mudah. Saat orang lain sudah pulang dan berkumpul bersama keluarga mereka, kamu masih harus mengevaluasi kinerja hari ini dan memikirkan gimana caranya supaya besok lebih baik.

Namun bila itu sudah sesuai passion-mu, kamu gak akan mengeluh dengan beban kerja yang berat. Kamu sadar, merintis usaha itu gak semudah membalikkan telapak tangan. Ini yang membuat dirimu rela berkorban waktu dan energi demi meraih impian. Karena dalam hatimu yakin, dengan usaha dan doa, pasti kamu bakal berhasil jadi pengusaha.

Nah, bila sudah ada tanda-tanda di atas, sebenarnya kamu memang gak bakat jadi karyawan. Kamu lebih cocoknya jadi pengusaha, karena bisa lebih bebas mengembangkan dan mewujudkan ide-idemu.

Pada dasarnya, buruh, pekerja, tenaga kerja, maupun karyawan adalah sama. namun dalam kultur Indonesia, “Buruh” berkonotasi sebagai pekerja rendahan, hina, kasaran, dan sebagainya. Sedangkan pekerja, tenaga kerja, dan karyawan adalah sebutan untuk buruh yang lebih tinggi, dan diberikan cenderung kepada buruh yang tidak memakai otot tetapi otak dalam melakukan kerja.