Inilah Penyebab Kamu sering Gegabah saat Belanja Ramadhan

Inilah Penyebab Kamu sering Gegabah saat Belanja Ramadhan

Inilah Penyebab Kamu sering Gegabah saat Belanja Ramadhan Perilaku impulsif adalah sikap ketika seseorang melakukan suatu tindakan tanpa memikirkan akibat dari apa yang dilakukannya. Memasuki bulan Ramadan, Anda tentu sudah bersiap berbelanja kebutuhan untuk buka puasa dan sahur. Barang yang dibeli saat belanja Ramadan tak jauh dari bahan makanan, lauk-pauk, maupun kebutuhan untuk acara buka bersama.

Belanja Ramadan akan semakin menggebu-gebu saat Anda melihat adanya diskon ataupun promo yang ditawarkan oleh berbagai toko.  Bukanlah hal baru jika toko-toko berusaha untuk menarik konsumen membeli barang-barang yang belum tentu dibutuhkan.

Dilansir dari IDN Poker777 Anda pun kemudian akan terpancing untuk membeli barang-barang secara impulsif. Berbagai macam faktor turut berkontribusi dalam munculnya perilaku kalap belanja saat bulan Ramadan. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicunya, antara lain:

1. Kekhawatiran akan kehilangan promo

Swag Items People Use Everyday | Elevate Promo

Belanja Ramadan yang mendadak dan tidak direncanakan adalah hal yang dapat terjadi pada Anda! Anda dapat merasa khawatir jika tidak membeli barang dengan promo atau diskon yang menguntungkan. Kekhawatiran akan kehilangan promo atau diskon tersebut dapat membuat daftar barang yang dibeli saat belanja Ramadan Anda semakin bertambah.  Kepraktisan dari promo ‘beli satu gratis satu’ atau ‘paket lebaran’ dapat mengarahkan Anda untuk langsung membeli barang dengan promo tersebut tanpa melihat-lihat barang lainnya. Promo-promo tersebut memanfaatkan kepraktisan belanja ramadan. 

Selain itu, promo tersebut juga memanfaatkan keinginan Anda untuk berhemat dengan memperlihatkan berapa banyak yang bisa Anda dapatkan dengan promo-promo tersebut dan banyaknya barang yang dapat disimpan sebagai persediaan untuk Ramadan.  

2. Euforia satu tahun sekali

IHSG Hijau Euforia Datangnya Vaksin Corona, Ini Saham Rekomendasi

Saat membeli barang-barang untuk Ramadan, perasaan senang dapat dirasakan karena berpikir bahwa suasana Ramadan hanya dirasakan setahun sekali. Hal ini dapat menjadi salah pemicu belanja Ramadan yang impulsif. Tidak hanya perasaan senang, Anda dapat melakukan belanja Ramadan yang impulsif dengan berangan-angan mengenai ramadan yang ideal.

Anda lebih cenderung berpikir bahwa membeli banyak camilan dapat membuat Anda terlihat lebih mampu.Padahal, bisa saja camilan yang dibeli tahun lalu terbuang dan tidak dimakan karena terlalu banyak. Dibandingkan belajar dari kesalahan yang dulu, imajinasi akan masa depan mengenai Ramadan yang indah jauh lebih menggiurkan.  

3. Ajang menampilkan diri

Gading Marten Berbagi Tips Menjadi Travel Konten Kreator di Medsos - Tabloidbintang.com

Belanja Ramadan terkadang dapat menjadi ajang untuk menampilkan diri Anda kepada orang lain. Membeli secara impulsif dapat terjadi ketika Anda menemukan produk yang dapat mengekspresikan identitas diri dan sesuai dengan sikap serta pandangan diri Anda. Oleh karenanya, Anda bisa saja membeli baju baru yang sangat mahal secara impulsif untuk memperlihatkan bahwa Anda terlihat keren di mata orang-orang. Keinginan belanja akan semakin besar jika produk yang dibeli adalah sesuatu yang bermerek.

 Orang yang cenderung melakukan belanja secara impulsif memiliki keinginan untuk mencari sensasi. Orang-orang demikian memiliki keinginan untuk mencari pengalaman atau hal-hal yang baru, serta lebih cepat untuk merasa bosan.Orang-orang narsistik merupakan salah satu contohnya. Orang-orang yang narsistik lebih cenderung mengeluarkan lebih banyak uang dan usaha yang lebih untuk menata penampilan dan menambah jumlah barang-barang yang dimiliki.