Info Penting Perbedaan Pinjaman Online Legal dan Ilegal

Info Penting Perbedaan Pinjaman Online Legal dan Ilegal

Info Penting Perbedaan Pinjaman Online Legal dan Ilegal – Pinjaman dapat diartikan sebagai barang atau jasa yang menjadi kewajiban pihak yang satu untuk dibayarkan kepada pihak lain sesuai dengan perjanjian tertulis ataupun lisan, yang dinyatakan atau diimplikasikan serta wajib dibayarkan kembali dalam jangka waktu tertentu. Meminjam uang bisa jadi salah satu hal yang pernah dilakukan hampir semua orang. Sebelum ada teknologi, orang-orang biasanya pergi ke bank atau menemui kerabat untuk meminjam uang.

Namun kini, berkat adanya teknologi internet, orang-orang bisa melakukan pinjaman online atau meminjam uang dari jarak jauh kepada pemberi pinjaman (lender).

Sayangnya, tidak semua pemberi pinjaman online memiliki niat baik dan malah merugikan pada akhirnya. Kegiatan pinjam-meminjam yang merugikan ini umumnya dilakukan oleh pihak ilegal. Oleh karenanya, Dilansir dari Daftar Fafaslot sebelum melakukan pinjaman online, ada baiknya untuk mengetahui dulu perbedaan pinjaman online legal dan ilegal berikut ini.

1. Apakah perusahaan pinjaman online terdaftar di OJK?

Untuk bisa menjadi sebuah perusahaan pinjaman online yang legal, setiap perusahaan pinjaman online harus mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Izin ini sangat penting karena OJK merupakan pihak yang berwenang untuk mengawasi setiap kegiatan yang melibatkan uang atau finansial di dalamnya, termasuk pinjaman online. Dengan mengecek apakah suatu perusahaan terdaftar di OJK, hal ini dapat mencegah dari tindakan merugikan seperti penipuan dan sebagainya.

Adapun cara mengecek apakah perusahaan tersebut legal, caranya cukup mudah, yaitu hanya dengan memeriksa nama perusahaan pinjaman online itu di situs resmi OJK. Jika ada, berarti perusahaan pinjaman online tersebut legal dan aman.

2. Identitas dan kredibilitas perusahaan pinjaman online

Perbedaan pinjaman online legal dan ilegal selanjutnya bisa dilihat dari identitas dan kredibilitas perusahaan pinjaman online itu sendiri.

Untuk pinjaman online legal, karena sudah terdaftar, mereka akan memberikan informasi yang jelas. Informasi ini bisa mencakup alamat kantor, kantor cabang, email, media sosial, pengurus perusahaan, kontak, hingga CS atau layanan konsumen.

Pinjaman online resmi juga lebih memiliki kredibilitas yang baik. Semua hal tersebut bisa dilihat dari testimoni hingga review dari nasabah sebelumnya.

3. Bunga pinjaman

Tidak hanya soal identitas, informasi jumlah bunga juga wajib untuk diketahui dengan jelas. Biasanya perusahaan pinjaman online legal akan memberikan informasi soal jumlah bunga dan biaya-biaya lainnya dengan jelas.

Sementara itu, pinjaman online ilegal biasanya jarang memberikan informasi tentang bunga dan biaya-biaya lainnya, sehingga tidak transparan. Bahkan tidak jarang perusahaan pinjaman online ilegal membebankan bunga yang lebih besar dan berkali-kali lipat dari pinjaman pokoknya.

4. Sistem penagihan pinjaman

Adapun untuk soal penagihan pinjaman, perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, tentu jauh berbeda.

Sedangkan di perusahaan pinjaman online ilegal, jika kamu telat membayar atau tidak bisa melunasi tagihan, maka kamu akan mendapatkan masalah. Hal tersebut terjadi karena masa penagihan tidak memiliki batas waktu. Tidak hanya itu, penagihan juga bisa diselingi dengan ancaman, pencemaran nama baik, penghinaan, hingga menyebarkan data pribadi.

5. Persyaratan pengajuan hingga pencairan pinjaman

Hal selanjutnya yang sangat krusial yang juga perlu diperhatikan yaitu persyaratan pengajuan hingga pencairan pinjaman.

Biasanya, pinjaman online ilegal akan memberikan persyaratan pengajuan dan pencairan yang terlampau mudah. Misalnya hanya perlu menyerahkan KTP dan nomor rekening, hingga pencairan dana yang sangat cepat.

Ini dilakukan untuk memastikan agar kedua pihak, yaitu peminjam maupun pihak pinjaman online, tidak mendapatkan masalah ke depannya. Data ini bisa berupa identitas lengkap, pekerjaan, gaji, hingga jumlah pinjaman. Jika calon nasabah tidak memenuhi persyaratan, bisa saja pengajuan pinjamannya ditolak.