Indonesia Telah Mendapatkan Pasokan Oksigen dari Taiwan

Indonesia Telah Mendapatkan Pasokan Oksigen dari Taiwan

Indonesia Telah Mendapatkan Pasokan Oksigen dari TaiwanTabung oksigen merupakan alat bantuan pernapasan dalam dunia medis, terutama bagi pasien yang sedang melangsungkan perawatan. Pasokan oksigen dari Taiwan akan segera dikirim ke Indonesia. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi memastikan, proses impor pasokan oksigen tidak akan menemui hambatan ketika memasuki wilayah Indonesia.

Saat sedang sakit, kinerja dari paru-paru seseorang tak bisa maksimal. Dengan adanya bantuan tabung oksigen kepada pasien, maka pasokan oksigen menuju paru-paru akan meningkat. “Dari Taiwan sudah siap, sudah jalan.

Jadi Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa seluruh barang-barang yang terutama sudah masuk ke dalam list, yang sudah dimintakan BNPB dari setahun yang lalu itu akan melewati wilayah pabean kita itu seamless, tidak ada hambatan apapun,” Dilansir dari apk open card idn play kata Lutfi dalam media briefing virtual, Senin (5/7/2021).

1. Oksigen masuk dalam daftar prioritas impor
Mendag Janji Impor Alkes dan Tabung Oksigen Tak Terkendala Birokrasi di  Pelabuhan

Lutfi mengatakan, oksigen termasuk dalam barang-barang prioritas di daftar impor. Dengan demikian, segala proses impornya tak akan menemui hambatan.

“Jadi oksigen itu adalah bagian yang memang dimintakan oleh BNPB untuk produk-produk yang memang dipastikan tidak ada halangan ketika masuk di wilayah Indonesia,” ujar dia.

Dia memastikan, impor oksigen dari negara mana pun akan diberikan kelancaran dalam setiap prosesnya.

“Jadi maksudnya dari manapun datangnya kalau barang-barang itu sudah masuk ke dalam list, terutama oksigen itu, sudah dimasukkan ke dalam eksepsi, dan kita memastikan itu diberikan kelancaran di pelabuhan itu bisa berjalan dengan baik,” tutur Lutfi.

2. Kemendag awasi distribusi obat-obatan selama PPKM darurat
Listyo Instruksikan Kapolda Awasi Penjualan Obat Penanganan Covid-19

Selain oksigen, Kemendag juga mengawasi distribusi obat-obatan, terutama yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19. Pengawasan dilakukan bersama kementerian/lembaga terkait.

“Sesuai dengan koordinasi yang sudah dijalankan antara BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemenkes),¬†Kemendag, dan industri terkait lainnya. Memastikan bahwa distribusi masalah alat kesehatan dan obat akan¬†menjadi prioritas kita, terutama dalam PPKM darurat ini. Memastikan semua yang ada bisa didistribusikan dengan baik kepada masyarakat,” ucap Lutfi.

3. Pergerakan harga obat-obatan diatur Kemenkes
Berani Jual Obat Covid-19 dengan Harga Selangit, Siap-siap Dipidana!

Di sisi lain, Lutfi menyadari adanya dinamika pergerakan harga obat-obatan belakangan ini. Namun, menurutnya pengaturan harga ini menjadi tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) Kemenkes.

“Adapun masalah harga itu meskipun memang kita melihat adanya supply dan demand itu, tetapi ini adalah tupoksi dari Kementerian Kesehatan. Kami hanya membantu memastikan distribusinya berjalan dengan baik,” kata Lutfi.