Harga Bitcoin Menurun di Tengah Tekanan Keras dari Inggris

Harga Bitcoin Menurun di Tengah Tekanan Keras dari Inggris

Harga Bitcoin Menurun di Tengah Tekanan Keras dari Inggris – Bitcoin adalah sebuah uang elektronik yang dibuat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang. Harga Bitcoin kembali turun di tengah tingginya tekanan yang datang dari pengawas keuangan Inggris terhadap mata uang digital (cryptocurrency).

Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi . Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama.

Pada Senin (28/6/2021), harga Bitcoin turun 1,8 persen menjadi 34.085 dolar Amerika Serikat (AS). Menurut IDN Poker777, harga Bitcoin telah jatuh sekitar 18 persen dalam 13 hari terakhir, dipicu oleh langkah Tiongkok yang memperketat pembatasan pada sektor cryptocurrency.

1. Tindakan keras pemerintah Inggris
Harga Bitcoin Merosot di Tengah Kebijakan Keras Inggris

Sebelumnya dalam pemberitahuan tertanggal Jumat (25/6/2021), Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) Inggris mengatakan bursa kripto utama, Binance, tidak dapat melakukan aktivitas yang diatur di Inggris.

Dalam pernyataannya, FCA juga memperingatkan konsumen tentang platform yang semakin diawasi secara global tersebut.

2. Binance jadi target regulator
Harga Bitcoin Merosot di Tengah Kebijakan Keras Inggris

Juru bicara lembaga pengawas itu mengatakan Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, bulan lalu menarik aplikasi untuk mendaftar ke FCA, yang bertindak mengawasi aturan anti pencucian uang. Namun ia menolak mengatakan alasannya.

Seorang juru bicara Binance menolak mengomentari interaksinya dengan FCA. Dia mengatakan Binance bekerja sama dengan regulator dan penegak hukum untuk memajukan keamanan dan keberlanjutan di industri sambil memberikan layanan dan perlindungan terbaik kepada pengguna platformnya.

Selain oleh Inggris, Binance telah menjadi target regulator di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir.

“FCA menyelaraskan dengan regulator utama lainnya, terutama di AS dan Asia,” kata Alpay Soytürk, kepala kepatuhan di Spectrum Markets, tempat perdagangan derivatif sekuritisasi.

3. Tekanan terhadap cryptocurrency
Harga Bitcoin Merosot di Tengah Kebijakan Keras Inggris

Langkah FCA datang ketika regulator di seluruh dunia meningkatkan pengawasan terhadap sektor cryptocurrency. Regulator khawatir cryptocurrency akan menimbulkan gangguan pada sistem keuangan, termasuk potensinya untuk digunakan dalam pencucian uang dan kegiatan ilegal lainnya, serta menimbulkan risiko bagi konsumen.

Sebelumnya harga Bitcoin sempat anjlok ke bawah ambang harga simbolis 30 ribu dolar AS pada Selasa (22/6/2021). Hal tersebut telah menimbulkan kepanikan di antara para investor Bitcoin.

Kejatuhan harga ini salah satunya disebabkan oleh tekanan dari pemerintah Tiongkok yang menindak penambang (miners) Bitcoin di provinsi Sichuan. Dikutip BBC, pada awal pekan lalu Tiongkok juga mengumumkan telah memberitahu bank dan platform pembayaran untuk berhenti mendukung transaksi mata uang digital.

Menurut People’s Bank of China dalam sebuah pernyataan, bank-bank diberitahu untuk tidak menyediakan produk atau layanan seperti perdagangan, kliring dan penyelesaian untuk transaksi cryptocurrency.