DPR Minta Kejagung Mengusut Tuntas Skandal Import Emas 47,1T

DPR Minta Kejagung Mengusut Tuntas Skandal Import Emas 47,1T

DPR Minta Kejagung Mengusut Tuntas Skandal Import Emas 47,1T – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai buka suara terkait dugaan penggelapan  impor emas yang dilakukan oleh petinggi Bea-Cukai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Bea-Cukai mengklaim pihaknya telah melakukan pemeriksaan impor emas sesuai dengan ketentuan.

Syarif mengatakan impor emas yang dilakukan oleh Bea-Cukai telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia mengatakan importir melakukan pengajuan HS 7108.12.10 dengan tarif bea masuk nol persen. Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas skandal impor emas senilai Rp47,1 triliun, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten.

Setelah dilakukan penelitian, Syarif mengatakan emas impor itu tidak dimasukkan Poker77 bentuk setengah jadi. Oleh sebab itu, klasifikasi importir dapat diterima. “Ini terkait impor emas senilai Rp47,1 triliun. Ada indikasi ini perbuatan manipulasi pemalsuan, menginformasikan hal yang tidak benar,” kata Arteria dalam rapat bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, di DPR, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021.

1. Potensi kerugian negara mencapai Rp2,9 triliun
DPR Desak Kejaksaan Usut Skandal Impor Emas Rp47,1 Triliun

Arteria menjelaskan laporan direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bahwa importasi emas itu dikenakan bea masuk 0 persen.

Seharusnya, kata Arteria, impor emas dikenakan bea masuk lima persen. Sehingga dengan tidak dikenai bea impor, menyebabkan kerugian negara yang besar.

“Potensi kerugian negaranya Rp2,9 triliun. Ini bukan uang kecil pada saat kita lagi susah,” ujar dia.

2. Modus baru pencucian emas
DPR Desak Kejaksaan Usut Skandal Impor Emas Rp47,1 Triliun

Anggota lain Komisi III DPR Sarifuddin Suding mengatakan, dugaan penyelewengan emas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu modus baru. Jika biasanya pencucian uang kali ini pencucian emas.

“Saya kira ini ada modus baru lagi dalam kaitan menyangkut masalah pencucian emas ilegal, seakan-akan ini dilegalkan,” kata Suding.

3. Diduga ada delapan perusahaan yang terlibat
Diduga Gelapkan & Cuci Uang Perusahaan Rp 11 M, Pakai Beli Tanah dan Mobil,  Novita Jalani Pelimpahan - Tribun Bali

Selain itu, Suding juga mengatakan ada delapan perusahaan yang diduga melakukan pencucian emas yang tercatat sama sekali tidak ada impor emas dari Singapura.

“Saya minta ini ditindaklanjuti,” kata Suding.

Meski demikian, Syarif mengatakan Bea-Cukai dan Kementerian Keuangan sedang melakukan review kembali mengenai Bea-Masuk emas batangan. Saat itu, kata dia, proses masih berjalan di internal Bea-Cukai.

“Atas importasi tersebut, Bea-Cukai dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan pada saat ini sedang melakukan review kembali terkait penetapan tarif BM emas batangan tersebut. Saat ini review atas jenis emas batangan tersebut masih berjalan secara internal di Bea-Cukai, dengan melihat ketentuan di BTKI, jenis emas batangan yang diimpor, dan ketentuan di World Customs Organization (WCO),” kata dia.