Berikut tujuh Cara Sukses untuk Berbisnis Frozen Food

Berikut tujuh Cara Sukses untuk Berbisnis Frozen Food

Berikut tujuh Cara Sukses untuk Berbisnis Frozen Food – Makanan beku adalah makanan yang dibekukan dengan tujuan untuk mengawetkan makanan hingga siap dimakan. Pengetatan aktivitas masyarakat selama PPKM darurat memberikan peluang besar bagi bisnis frozen food untuk kembali berjaya.

Pada dasarnya terdapat dua jenis proses pembekuan makanan, yaitu secara mekanik dan secara kriogenik (flash freezing). Kinetika pembekuan berperan penting dalam menentukan kualitas makanan yang dibekukan. Dengan pengetatan ini, aktivitas masyarakat untuk berbelanja ke supermarket atau pasar tradisional terbatas, sehingga membutuhkan makanan yang tahan lama dan praktis untuk dimasak.

Bisnis frozen food atau makanan beku bisa dimulai dari rumah. Banyak pilihan makanan beku yang bisa dijual. Mulai dari donat kentang, olahan daging ayam seperti nugget atau yang kekinian seperti samosa, olahan daging sapi seperti bakso atau kebab, dan masih banyak lagi.

1. Lakukan riset pasar
Riset pasar: Manfaat, jenis, 4 metode umum, dan cara melakukannya

Dilansir dari situs Lifepal, Selasa (6/7/2021), tips pertama berbisnis frozen food adalah melakukan riset pasar. Dengan riset ini, kamu bisa mengetahui jenis frozen food apa yang cocok dengan selera masyarakat di sekitarmu.

Misalnya kamu tinggal di daerah yang udaranya dingin, kamu bisa menjual makanan beku yang nantinya ketika diolah menjadi makanan berkuah, seperti bakso aci dan sebagainya.

Dengan riset pasar, kamu juga bisa mengetahui saingan atau kompetitor. Jika ada penjual lain yang berdagang makanan beku di wilayahmu, maka kamu bisa menjual jenis berbeda.

2. Tentukan target pasar
Contoh Target Pasar dan Penentuan Target Pasar [2021] - Projasaweb

Menentukan target pasar ini juga merupakan kunci sukses berbisnis makanan beku. Misalnya target pasarmu adalah anak sekolah atau mahasiswa, maka kamu harus menyesuaikan bahan baku dan harga dari produkmu.

Sementara itu, apabila target pasarnya ibu rumah tangga, kamu bisa menjual produk dengan bahan baku yang penuh gizi. Sebab, biasanya ibu rumah tangga membeli makanan beku yang sehat dan bergizi untuk anak-anak.

3. Membuat kemasan yang menarik dan aman
Sebelum Membuat Kemasan Produk Kenali Jenis Bahannya

Kemasan produk sangatlah penting bagi bisnis makanan beku. Kamu tak hanya harus memilih rancangan kemasan yang bagus, namun juga harus aman. Di masa pandemik COVID-19 ini, calon pembeli sangat memperhatikan keamanan kemasan produk agar makanan yang dibeli tetap higienis.

Pada umumnya, untuk bisnis makanan beku membutuhkan kemasan berbahan baku plastik khusus. Kamu juga disarankan melakukan vakum kemasan untuk mengurangi udara, sehingga produk jualanmu bisa tahan lama. Jangan lupa juga menuliskan tanggal kadaluarsa di setiap kemasan, dan saran penyimpanan produk. Misalnya makanan tersebut harus disimpan di pendingin dengan suhu maksimal 18 derajat celcius.

4. Metode pemasaran
7 Tips Berbisnis Frozen Food, Banyak Diburu Kala PPKM Darurat!

Metode pemasaran juga penting agar produk makanan beku jualanmu laku di pasaran. Ada dua metode pemasaran yang bisa kamu lakukan yaitu offline dan online. Sebaiknya pergunakan dua cara tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Sementara itu, pemasaran online bisa dilakukan dengan memanfaatkan seluruh media sosial, seperti Facebook, Instagram, TikTok, Twitter, Youtube, dan sebagainya. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp.
Selain itu, kamu juga bisa bergabung sebagai merchant di aplikasi pemesanan dan pengantaran makanan-minuman online seperti Go Food, Grab Food, dan Shopee Food.

5. Lisensi makanan
7 Tips Berbisnis Frozen Food, Banyak Diburu Kala PPKM Darurat!

Mendaftarkan produk jualanmu untuk memperoleh lisensi atau izin edar sangatlah penting. Dengan lisensi, kamu bisa memperoleh kepercayaan konsumen lebih tinggi.

Untuk itu, kamu perlu mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).  Apabila kamu menjual makanan beku dengan bahan dasar daging, kamu juga harus mengajukan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Saat ini, pemerintah terus menggencarkan program sertifikasi UMKM. Ada sejumlah program seperti permohonan sertifikat halal gratis yang digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Apabila kamu sudah memiliki lisensi atau sertifikat resmi, kamu juga bisa mendistribusikan produkmu kepada distributor atau agen toko.

6. Perluas jaringan
Perluas Jaringan Profesional Anda Untuk Membesarkan Bisnis Dengan Cara Di  Bawah Ini – Blog Bisnis Online

Memperluas jaringan ini bisa dilakukan dengan memiliki reseller. Apabila produkmu sudah terjual cukup banyak, kamu bisa menawarkan penjualan grosir untuk reseller. Dengan cara itu, kamu bisa memperluas jangkauan produkmu, sehingga lebih dikenal banyak orang.

7. Hadapi persaingan dengan baik
10 Tips untuk Hadapi Persaingan di Dunia Bisnis Online - Jurnal

Bisnis apapun pasti memiliki pesaing. Oleh sebab itu, kamu harus siap menghadapinya. Caranya dengan menetapkan nilai atau value dari produk kamu. Apabila produk kamu memiliki value yang lebih baik atau berbeda dari pesaingmu, maka kamu tak perlu takut kehilangan konsumen.