Berikut Tips Membuat Laporan Laba Rugi Dalam Bisnis Baru

Berikut Tips Membuat Laporan Laba Rugi Dalam Bisnis Baru

Berikut Tips Membuat Laporan Laba Rugi Dalam Bisnis Baru – Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.

Laporan keuangan menurut PSAK 1 adalah sebagai berikut: Laporan Posisi Keuangan. Laporan keuangan adalah salah satu hal yang penting dan utama bagi proses keberlangsungan perusahaan. Dengan menyusun laporan keuangan, perusahaan dapat mengetahui alur masuk dan keluar dana yang dimiliki. Salah satu bagian dari laporan keuangan adalah laporan laba dan rugi.

Dalam laporan ini, dijabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba atau rugi bersih. Untuk membuat laporan laba rugi, kamu harus mengenali unsurnya dahulu. Setelah itu, kamu baru dapat membuatnya.

1. Unsur yang ada dalam laporan laporan laba-rugi
Cara Mudah Membuat Laporan Laba dan Rugi, Kenali Unsurnya Dulu!

Sebelum mengetahui cara membuat laporan laba rugi, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu unsur apa saja yang ada di laporan laba rugi.

Pertama adalah, pendapatan (revenue), yakni arus masuk aktiva perusahaan yang berasal dari kegiatan operasional. Pendapatan ini dapat dihitung dengan cara: total pendapatan kotor – potongan harga atau diskon, retur, atau tunjangan Lain.

Kedua adalah, beban (expenses), yang mana adalah penggunaan aktiva atau arus keluar dalam sebuah periode karena produksi barang atau pengiriman.

Ketiga, keuntungan (profit). Keuntungan adalah meningkatnya ekuitas akibat transaksi atau investasi pemilik atau pendapatan.

Keempat, kerugian (loss). Kebalikan dari keuntungan, kerugian adalah menurunnya ekuitas akibat transaksi atau beban serta pendistribusian kepada pemilik.

2. Format laporan laba-rugi
Cara Mudah Membuat Laporan Laba dan Rugi, Kenali Unsurnya Dulu!

Sebelum memulai menyusun laporan laba rugi perusahaan, perlu diketahui format laporan laba-rugi.

Umumnya, format yang ada pada laporan laba rugi adalah identitas perusahaan, jenis laporan yang disajikan, dalam hal ini laporan laba-rugi, dan periode.

Setelah itu, di bawahnya terdapat 3 elemen utama yaitu pendapatan total, beban total dan laba atau rugi. Jadi, ketiga hal tersebut nantinya menjadi inti laporan yang akan ditampilkan dalam laporan laba-rugi perusahaan.

3. Cara membuat laporan laba-rugi
Cara Mudah Membuat Laporan Laba dan Rugi, Kenali Unsurnya Dulu!

Cara membuat laporan laba-rugi yang pertama adalah dengan membuat jurnal transaksi. Hal ini karena laporan ini berkaitan dengan laba dan rugi, berarti menggunakan akun-akun pendapatan, beban, dan turunannya.

Setelah jurnal transaksi rampung, kamu bisa posting transaksi tersebut ke ke buku besar. Lalu setelah itu, laporan laba-rugi dapat disusun setelah neraca saldo dan jurnal penyesuaian, atau setelah neraca lajur atau penyusunan kertas kerja.

Dalam kolom laba-rugi, elemen pendapatan dan beban dapat dikutip dari kertas kerja. Sedangkan, elemen laba atau rugi merupakan selisih dari total pendapatan dan total beban.

Jadi, apabila total pendapatan lebih besar daripada total beban, maka akan terjadi laba. Sebaliknya, jika total pendapatan lebih kecil dari total beban maka akan terjadi rugi.

Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, liabilitas,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan menyajikan ringkasan yang terstruktur mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas entitas.

Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan (bahasa Inggris: financial reporting) dan laporan keuangan (bahasa Inggris: financial reports). Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan.

Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum atau Generally Accepted Accounting Principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi.