Berikut Kesalahan yang Sering Dilakukan Para Pebisnis Pemula

Berikut Kesalahan yang Sering Dilakukan Para Pebisnis Pemula

Berikut Kesalahan yang Sering Dilakukan Para Pebisnis Pemula – Bisnis atau  niaga adalah kegiatan memperjualbelikan barang atau jasa dengan tujuan memperoleh laba. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.

Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Usaha untuk mencapai kesuksesan berbisnis memang bukanlah hal yang mudah.

Jam terbang saja terkadang belum dapat menjadi sebuah jaminan kesuksesan. Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay Eka Nilam Dari mengatakan para pebisnis dengan jam terbang tinggi sekalipun tidak bisa luput dari situasi pasang surut maupun risiko kegagalan berbisnis.

1. Ingin meraih kesuksesan secara instan
Sepuluh Kebiasaan Untuk Bisa Meraih Kesuksesan Financial – IntiPesan.com

Kesalahan umum dalam berbisnis yang harus dihindari oleh para pebisnis pemula pertama adalah harus selalu ingat bahwa tidak ada kesuksesan yang dapat terjadi “dalam semalam”.

Banyak pebisnis yang ingin meraih kesuksesan secara instan dengan mencoba menempuh berbagai jalan pintas. Sehingga tak jarang jika mereka akhirnya menjadi tidak fokus lagi pada tujuan awal mereka membangun bisnis.

Padahal menurut CMO PT Harapan Bangsa Kita dan Co-Founder Sang Pisang & Ternakopi, Ansari Kadir,  membangun kesuksesan bisnis pasti membutuhkan waktu yang panjang dan juga proses yang berliku.

“Di masa-masa awal berbisnis, saya ingin cepat meraih keuntungan dengan mendirikan beberapa bisnis sekaligus yang mengakibatkan saya tidak berfokus pada satu bisnis sehingga tidak ada yang berhasil,” kata dia.

Pengalaman tersebut akhirnya mengajarkan Ansari akan pentingnya fokus untuk mengembangkan sebuah bisnis terlebih dahulu dan tidak terburu-buru melakukan ekspansi atau membuat bisnis baru.

“Fokus dan menjadi hebat itu bukan datang dari orang lain, tapi dari diri sendiri,” kata Ansari.

Dia menekankan pentingnya menghargai setiap proses, tetap fokus dan konsisten dalam menjalankan komitmen serta melakukan eksekusi dengan baik. Dengan begitu, kita dapat membangun pondasi bisnis yang lebih kuat dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

“Prinsip inilah yang selalu saya pegang teguh mulai dari saya mulai mendirikan Sang Pisang hingga melebarkan berbagai bisnis lainnya yang ada di bawah naungan PT Harapan Bangsa Kita,” sambungnya.

2. Ikut-ikutan tren semata, bukan menjawab kebutuhan

Bandwagon Effect, Alasan Mengapa Kita Sering Mudah Ikut-ikutan Tren -  Intisari

Kesalahan umum kedua dalam berbisnis adalah membangun bisnis hanya karena ikut-ikutan tren, bukan menjawab kebutuhan yang ada.

Tren memang menarik perhatian pasar, namun keberadaan sebuah tren biasanya hanya bertahan sesaat karena perubahannya yang sangat dinamis. Membangun bisnis yang hanya sekadar berlandaskan mengikuti tren terkini umumnya sulit berkembang bahkan dapat gulung tikar saat tren tersebut sudah meredup.

Founder dan Owner Panama Sandals, Anton Hermawan Sugondo, mengatakan bisnis kentang goreng Belgia yang didirikannya sebelum membangun Panama Sandals menjadi sebuah contoh nyata bahwa bisnis yang berdasarkan tren semata, sulit untuk berkembang.

“Berangkat dari kisah tersebut, saya belajar bahwa mendirikan bisnis memerlukan riset pasar yang matang sebagai landasan untuk lebih mengenal target pasar yang ingin kita sasar dan memberikan solusi yang dapat menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

Anton menyarankan, ketimbang menjadikan tren sebagai dasar utama dalam berbisnis, pebisnis pemula dapat menggunakan tren yang ada untuk melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.

3. Kurang kesiapan menghadapi risiko bisnis
Risiko Usaha : Pengertian, Jenis, Contoh, dan Solusinya - Accurate Online

Kesalahan yang ketiga dalam berbisnis adalah kurangnya persiapan menghadapi risiko bisnis. Terlepas dari semua persiapan yang matang dalam membangun bisnis, seorang pebisnis tidak akan dapat terhindar dari risiko berbisnis.

Berani memulai bisnis berarti harus siap mengantisipasi dan menghadapi berbagai risiko bisnis yang siap menerjang dengan strategi manajemen risiko. Namun faktanya, banyak pebisnis yang terkadang hanya memandang manajemen risiko sebelah mata.

“Salah satu faktor utama yang membuat beberapa bisnis saya sebelumnya gagal adalah kurangnya persiapan strategi manajemen risiko. Saya hanya berpikir bahwa saat mulai bisnis pasti bisa sukses, padahal ada risiko kegagalan yang tidak bisa saya hindari,” kata CEO & Co-Founder Ternak Uang, Raymond Chin.

Itulah mengapa para pebisnis pemula harus menyiapkan strategi menghadapi risiko bisnis yang ada di depan mereka dengan menyiapkan perencanaan bisnis. Para pebisnis bisa membuat perencanaan bisnis yang sederhana tapi solid dengan fokus pada tiga hal utama yaitu produk, pemasaran, dan operasional.

“Fokus menentukan unique selling points dari produk atau jasa bisnis, tentukan saluran pemasaran yang tepat dan buat strategi mulai dari cara menjaga operasional bisnis hingga menghadapi kegagalan bisnis. Perencanaan bisnis inilah yang juga menjadi dasar yang saya terapkan dalam mengembangkan Ternak Uang bersama dua rekan saya lainnya,“ papar Raymond.

Apabila direnungkan kembali, ada fakta menarik dari karyawan kantoran bahwa mereka mungkin memiliki gaji kecil, tetapi nyatanya banyak dari mereka yang memiliki waktu luang yang besar. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak memanfaatkan waktu luang tersebut dengan optimal dan mengubahnya menjadi uang.

Sebenarnya, dari waktu luang tersebut ada banyak kesempatan untuk menjalankan usaha sampingan yang bisa dijadikan sebagai penghasilan tambahan atau mungkin bisa menjadi rencana keuangan jangka panjang. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang menjadikan waktu kerja mereka sebagai alasan tidak bisa menjalankan usaha sampingan tersebut.