Berikut Adalah Ciri-Ciri Dari Investasi Bodong & Tidak Legal

Berikut Adalah Ciri-Ciri Dari Investasi Bodong & Tidak Legal

Berikut Adalah Ciri-Ciri Dari Investasi Bodong & Tidak Legal – Investasi  adalah suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia investasi berarti penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Dalam melakukan investasi, tidak jarang seseorang terjebak dalam wadah investasi yang tidak legal atau bodong.

Hal itu biasanya timbul akibat dari kurangnya riset atau terburu-buru dalam melakukan investasi. Tidak hanya itu, terkadang wadah atau perusahaan yang menawarkan investasi memberikan banyak iming-iming berupa keuntungan dan hal lainnya yang membuat para investor, khususnya pemula tergiur.

1. Keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi

Sebelum Investasi Reksa Dana, Pahami Dulu Hal Berikut Ini

Ciri-ciri investasi bodong yang pertama adalah menawarkan keuntungan atau return yang terlalu tinggi. Terkadang return atau keuntungan tersebut tidak logis adanya. Pada dasarnya, keuntungan dari investasi jangka panjang adalah sekitar 15 hingga 20 persen, itu pun tidak menentu.

Maka, jika keuntungan yang ditawarkan dari investasi lebih dari itu, maka patut dicurigai. Agar kamu terhindar dari hal ini, kamu dapat membandingkan keuntungan yang ditawarkan pada suku bunga bank atau deposito. Jika keuntungan yang ditawarkan jauh melebihi bunga dan deposito, maka bisa jadi penawaran tersebut adalah investasi bodong.

2. Penawaran keuntungan dalam jangka waktu singkat
Ciri-Ciri Investasi Bodong, Kenali biar Kamu Gak Ketipu! 

Ciri-ciri investasi bodong selanjutnya adalah adanya penawaran keuntungan dengan jangka waktu singkat.

Perlu diketahui bahwa prinsip dasar investasi adalah semakin pendek jangka waktu investasi dan semakin kecil risiko, maka keuntungan yang didapat akan semakin rendah. Sebaliknya, jika semakin panjang jangka waktu investasi dan semakin besar risiko, maka kemungkinan untuk untung semakin besar.

Pada investasi bodong, biasanya kamu akan ditawarkan untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan risiko yang minim. Maka itu, kamu harus berhati-hati. Kamu bisa mendalami dulu ilmu dari investasi itu sendiri.

3. Bermasalah dengan legalitas dan perizinan

Petunjuk Cara Memulai Investasi | Sun Life Indonesia

Sebelum perusahaan beroperasi, tentu harus memiliki perizinan yang sah dan diketahui legalitasnya. Begitupun bagi perusahaan yang menawarkan produk investasi. Dalam hal ini, izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) sangat dibutuhkan dan wajib adanya.

Namun, pada investasi bodong, biasanya berjalan mandiri dan tidak terdapat izin resmi dari OJK. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi, kamu perlu mengecek terlebih dahulu apakah investasi tersebut sudah mendapatkan izin dari OJK atau belum.

4. Produk investasi tidak jelas

15 Investasi yang Menguntungkan Masa Depan Terbaik - Qoala Indonesia

Pada investasi bodong, biasanya produk yang ditawarkan atau bahkan perusahaannya tidak bisa kamu temukan infonya secara valid dan jelas melalui website resmi.

Bahkan ketika kamu meminta penjelasan produk dan pengelolaan dana secara detail, mereka akan memberikan jawaban yang tidak jelas dan berputar-putar. Intinya, kamu akan didesak untuk segera menyerahkan dana dan setelah itu tidak ada kabarnya. Maka itu, kamu bisa mengecek legalitasnya di website resmi OJK.

5. Penjualan yang dilakukan tidak resmi
Ciri-Ciri Investasi Bodong, Kenali biar Kamu Gak Ketipu! 

Perlu diketahui bahwa Investasi legal akan melakukan penjualan secara resmi, apapun instrumen investasinya, melalui website resmi atau cara penjualan resmi lainnya.

Lain halnya dengan investasi bodong, kamu akan mudah tergiur dengan cara penjualan investasi tersebut yang terkesan sangat menguntungkan dan cepat.

6. Seringkali diminta mencari nasabah baru
5 Manfaat Investasi dan Instrumennya yang Bisa Dipilih!

Investasi bodong biasanya akan meminta investor untuk mencari nasabah baru. Biasanya kamu akan dijebak dan didesak untuk merekrut anggota atau nasabah baru. Jika perekrutan nasabah baru sifatnya wajib dan memaksa, maka bisa dipastikan investasi yang ditawarkan tersebut sifatnya bodong.

Investasi yang legal, tidak akan melakukan hal tersebut. Perusahaan akan mendapat nasabah baru tanpa harus menyuruh nasabah lain melakukannya. Kamu bisa segera menghindari dan putus kontak dengan agen jika hal ini terjadi.

7. Pengelolaan dana membingungkan nasabah
Tercantol investasi berkat platform digital

Pada dasarnya, pengelolaan dana dilakukan oleh manajer investasi yang terpercaya dengan pengelolaan sumber dana yang jelas dan transparan.

Namun, jika investasi bodong, mereka tidak melakukan pengelolaan dana yang jelas. Bahkan saat dipertanyakan, mereka sulit menjawab. Kalau sudah begini, kamu patut curiga bahwa investasi tersebut bodong.

8. Keuntungan tidak seperti penawaran awal
Menimbang Manfaat dan Risiko Investasi Reksa Dana - Reksa Dana Community

Ciri-ciri investasi bodong yang terakhir adalah keuntungan yang tidak sama seperti penawaran awal atau macet. Hal ini biasanya terjadi setelah dana kembali disetor. Keuntungan yang seharusnya dibagi sesuai perjanjian, mendadak menjadi macet dan tidak ada kejelasan.

Secara umum investasi dapat diartikan sebagai meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/ manfaat pada masa datang. Jadi, investasi merupakan membeli sesuatu yang diharapkan di masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari semula.

Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangankan dalam bentuk surat berharga, saham/obligasi, bukti hutang (Promissory Notes), bunga atau partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif (Reksa dana), Hak untuk membeli suatu saham (Rights), garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.